Posted on Februari 10, 2009 by erinaldi


Partai Gerindra buka peluang sejumlah tokoh Sumbar sebagai Cawapres yang diusung pada Pemilu Presiden mendatang. Hal itu diutarakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon pada wartawan, Selasa (10/2) jelang kunjungannya ke Makam Pahlawan Harimau Kuranji, Padang, Sumatera Barat.
“Kemungkinan itu sangat terbuka. Karena 20 orang Cawapres yang masuk dalam penjaringan Gerindra, sejumlah tokoh Sumbar berada di dalamnya,” kata Fadli Zon. Tokoh-tokoh Sumbar yang masuk ke dalam Cawapres pendamping Prabowo yakni, Presiden PKS Tiffatul Sembiring dan Meutia Hatta. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: berita | Tagged: cawapres, fadli zon, gerindra, meutia hatta, Politik, poros indonesia raya, sumatera barat, sumbar, tifatul sembiring | Leave a Comment »
Posted on Februari 9, 2009 by erinaldi
Keindahan alam Sumatera Barat akan tersaji di depan mata saat melakukan perjalanan dengan kereta api. Di mulai dari Stasiun Simpang Haru, Padang, loko diesel yang bergemuruh mulai merangkak pasti melewati perkampungan padat penduduk.
Seperti tanpa rintangan, kereta mulai membelah jalan raya dan melintasi sungai-sungai kecil di kawasan pusat kota hingga pinggiran kota. Puas melewati jalan beraspal, perjalanan kereta pun mulai membelah kawasan hutan dan tepian bukit barisan. Lembabnya udara pegunungan kian terasa saat perjalanan dengan kereta memasuki kawasan luar kota. Di beberapa stasiun penghubung, laju kereta pun terhenti. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: feuture | Tagged: air mancur, alam, alam sumbar, kereta api, padangpanjang, sawahlunto, sumatera barat, wisata, wisata kereta api | 2 Komentar »
Posted on Februari 5, 2009 by erinaldi
Pantai Aia Manih menjadi lokasi wisata favorit yang ada di Padang. Legenda
Malin Kundang akan menyapa pelancong saat menginjaki kaki di pasir berwarna coklat keputihan.
Seonggok batu dan relief cerita Malin Kundang menghiasi kawasan wisata pantai yang dipadati pengunjung di waktu liburan. Konon kabarnya, batu besar tersebut merupakan kapal besar dan jasad Malin Kundang yang terdampar. Menurut legenda rakyat, Malin Kundang dan kapalnya dikutuk menjadi batu karena kedurhakaannya pada orang tua.
Pantai landai nan luas di Pantai Aia Manih memberikan lokasi bermain bagi para pengunjung. Bahkan di saat pasang surut, pengunjung bisa melihat biota laut yang menyembul ke permukaan. Dengan berjalan kaki, Anda pun bisa menuju Pulau Pisang Kecil yang berada tak jauh dari tepian Pantai Aia Manih. Pulau yang tak begitu luas tersebut, bisa dijadikan tempat peristirahatan sejenak sambil menikmati
bekal makanan yang telah dipersiapkan. Pulau Pisang Kecil dihiasi dengan pohon Jambu Kaliang yang bisa dinikmati para pengunjung dengan gratis. Tapi ingat, jangan terlalu lama menikmati suasana di pulau tersebut. Karena, berselang beberapa jam, air pasang akan berangsur-angsur naik seperti sediakala sehingga akses menuju Pulau Pisang Kecil tidak dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: feuture | Tagged: malin kundang, pantai aie manih, pantai air manis, wisata | Leave a Comment »
Posted on Februari 5, 2009 by erinaldi
GUNUNG Padang merupakan objek wisata yang menjadi legenda hidup cerita Siti Nurbaya.
Bukit yang tak begitu tinggi tersebut, dimanfaatkan kalangan pencinta olahraga climbing untuk menguji nyali. Tak jarang empat jalur pemanjatan yang ada di kawasan Siti Nurbaya tersebut menjadi dinding alam favorit bagi para climber.
Tebing yang terbentuk dari batuan basal ini menjulang dengan ketinggian sekitar 30 meter. Menariknya, tebing Gunung Padang menyediakan tingkat kesulitan yang bervariasi. Menurut informasi, terdapat sekitar 4 jalur yang bisa dimanfaatkan para climber untuk menguji nyali. Di antaranya Jalur H&R (5.9) dipanjat tahun 1991 oleh Harera dan Edu, Jalur Camp (5.11 c/d) dipanjat tahun 1990 oleh Rizal N Jalur Fasting (5.12) dipanjat tahun 1992 oleh Valdi dan Jalur Trek Eureka (5.11 c/d) oleh Radit. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: feuture | Tagged: gunung padang, legenda, siti nurbaya | Leave a Comment »
Posted on Februari 4, 2009 by erinaldi
Sadis!!! Ungkapan itu yang mengalir dari hati dan meluncur lewat omongan saat kita mendengar kabar dari sejumlah media–internet, tv, surat kabar–tentang tewasnya Ketua DPDRD Sumatera Utara Abdul Aziz.
Massa begitu beringas memukul dan mengerumuni seorang pejabat negara yang terlihat tanpa perlindungan petugas keamanan. Serasa berada di tengah-tengah binatang buas yang lapar dan siap menerkam buruannya. Singa pun punya etika untuk mendapatkan buruannya. Tidak semua Singa betina yang berburu menghujamkan gigitan atau cakaran ke tubuh mangsanya.
Apa yang terjadi di Medan lebih buruk dari kebiasaan binatang buas berburu. Kenapa hal itu bisa terjadi? Sedemikian burukkah perangai masyarakat Indonesia yang terkenal dengan kelembutan penduduk Asia? Kita tidak habis pikir apa penyebab dari semua itu.
Apa pun alasan dari aksi tersebut tidak bisa diterima akal sehat. Apalagi hanya sebatas keinginan untuk pemekaran provinsi yang seharusnya bisa dibicarakan secara baik-baik.
Setiap kali melihat aksi keberingasan massa yang ditampilkan sejumlah media cetak, saya tidak bisa berkata apa-apa selain: “biadab!!!”. Tapi apa hendak dikata, aksi keberingasan massa di Medan telah selesai dan meninggalkan jejak yang ‘tak akan bisa terhapus dari sejarah kelam demokrasi di Tanah Air.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Opini | Tagged: abdul azis tewas, demo, ketua dprd sumut, pemekaran, protap | Leave a Comment »