Posted on Oktober 27, 2009 by erinaldi
Siang itu, Rabu, 30 September 2009, gerakan Cinta Indonesia Cinta KPK (Cicak) Padang berdemo di depan kantor Polisi Daerah Sumatera Barat di jalan Sudirman, Padang,
Aksi ini sempat memacetkan lalu lintas di jalan protokol. Setelah menggelar demo sekitar satu jam, mereka mulai membubarkan diri. Jalanan kembali normal. Sejumlah siswa berseragam sekolah terlihat ramai memenuhi halte pemberhentian angkutan kota.
Menjelang sore, jual-beli bahan mentah di Pasar Raya Padang mulai menunjukkan aktivitas menurun. Hal ini berbeda dengan sejumlah mall-mall di Kota Padang. Pantauan saat itu, sebelum detik-detik yang mendebarkan terjadi, langit di Kota Padang terlihat tenang dengan awan tipis yang menyerupai garis-garis dengan bentuk memanjang.
Tenang dan terasa diam. Hiruk pikuk kota terasa hening di tengah kesibukan warga yang mulai beranjak pulang setelah seharian menjalankan aktivitas. Mobil yang dikendarai meluncur pelan dengan menuju kawasan Pelabuhan Muaro, Padang, kecepatan sekitar 30 km per jam. Saat itu, jam di tangan menunjukkan sekitar pukul 17:16 WIB.
Saat melintasi deretan pertokoan di kawasan Padang Kota Tua ini, bunyi kaca berderik terdengan samar. “Kretak, kretak,” kaca-kaca toko itu terus menimbulkan bunyi keras dan bergetar. Para penghuninya berhamburan ke luar dan melihat ke arah atas.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Uncategorized | Ditandai: 30 menit, 9 SR, cicak, gempa 7, klenteng see hin kiong, kpk, menegangkan, muaro, padang, pelabuhan, tsunami | Leave a Comment »
Posted on September 4, 2009 by erinaldi
Lama gak nulis, kangen juga…Sekadar cuap-cuap aja, yang penting bisa lepasin tumpukkan kata-kata di kepala. Paling tidak, pengen berbagi dengan kawan-kawan sebangsa dan se Tanah Air, sapa tau ada diskusi yang muncul dari tulisan jelek ini…
Pembajakan seperti enggan menjauh dari negeri elok yang dipenuhi ribuan pulau dan ragam budaya yang tak ada duanya ini. Sebagai bangsa yang tertekan berabad-abad, kreativitas bangsanya seperti tak pernah habis untuk berkreasi. Saking produktifnya, Malaysia pun ampe gak pernah selesai ngeklaim budaya anak bangsa. Yang namanya Tari Pendet, Reok, bahkan lagu band indie asal Padang pun, tak luput dari aksi pembajakan.
Sebagai bangsa, kita merasa bangga, ternyata hanya bangsa yang besar yang bisa menghasilkan karya besar. Kita tidak perlu berkecil hati dengan diadopsinya sejumlah budaya kita menjadi budaya bangsa lain. Kejadian ini memberikan kita pelajaran berharga bahwa bangsa lain menghargai karya kita dan mati-matian mengklaimnya sebagai hasil budaya mereka.
Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: Opini | Ditandai: hubungan, indie band, reok, RI-Malaysia, tari pendet | Leave a Comment »
Posted on Februari 10, 2009 by erinaldi


Partai Gerindra buka peluang sejumlah tokoh Sumbar sebagai Cawapres yang diusung pada Pemilu Presiden mendatang. Hal itu diutarakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon pada wartawan, Selasa (10/2) jelang kunjungannya ke Makam Pahlawan Harimau Kuranji, Padang, Sumatera Barat.
“Kemungkinan itu sangat terbuka. Karena 20 orang Cawapres yang masuk dalam penjaringan Gerindra, sejumlah tokoh Sumbar berada di dalamnya,” kata Fadli Zon. Tokoh-tokoh Sumbar yang masuk ke dalam Cawapres pendamping Prabowo yakni, Presiden PKS Tiffatul Sembiring dan Meutia Hatta. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: berita | Ditandai: cawapres, fadli zon, gerindra, meutia hatta, Politik, poros indonesia raya, sumatera barat, sumbar, tifatul sembiring | 1 Komentar »
Posted on Februari 9, 2009 by erinaldi
Keindahan alam Sumatera Barat akan tersaji di depan mata saat melakukan perjalanan dengan kereta api. Di mulai dari Stasiun Simpang Haru, Padang, loko diesel yang bergemuruh mulai merangkak pasti melewati perkampungan padat penduduk.
Seperti tanpa rintangan, kereta mulai membelah jalan raya dan melintasi sungai-sungai kecil di kawasan pusat kota hingga pinggiran kota. Puas melewati jalan beraspal, perjalanan kereta pun mulai membelah kawasan hutan dan tepian bukit barisan. Lembabnya udara pegunungan kian terasa saat perjalanan dengan kereta memasuki kawasan luar kota. Di beberapa stasiun penghubung, laju kereta pun terhenti. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: feuture | Ditandai: air mancur, alam, alam sumbar, kereta api, padangpanjang, sawahlunto, sumatera barat, wisata, wisata kereta api | 2 Komentar »
Posted on Februari 5, 2009 by erinaldi
Pantai Aia Manih menjadi lokasi wisata favorit yang ada di Padang. Legenda
Malin Kundang akan menyapa pelancong saat menginjaki kaki di pasir berwarna coklat keputihan.
Seonggok batu dan relief cerita Malin Kundang menghiasi kawasan wisata pantai yang dipadati pengunjung di waktu liburan. Konon kabarnya, batu besar tersebut merupakan kapal besar dan jasad Malin Kundang yang terdampar. Menurut legenda rakyat, Malin Kundang dan kapalnya dikutuk menjadi batu karena kedurhakaannya pada orang tua.
Pantai landai nan luas di Pantai Aia Manih memberikan lokasi bermain bagi para pengunjung. Bahkan di saat pasang surut, pengunjung bisa melihat biota laut yang menyembul ke permukaan. Dengan berjalan kaki, Anda pun bisa menuju Pulau Pisang Kecil yang berada tak jauh dari tepian Pantai Aia Manih. Pulau yang tak begitu luas tersebut, bisa dijadikan tempat peristirahatan sejenak sambil menikmati
bekal makanan yang telah dipersiapkan. Pulau Pisang Kecil dihiasi dengan pohon Jambu Kaliang yang bisa dinikmati para pengunjung dengan gratis. Tapi ingat, jangan terlalu lama menikmati suasana di pulau tersebut. Karena, berselang beberapa jam, air pasang akan berangsur-angsur naik seperti sediakala sehingga akses menuju Pulau Pisang Kecil tidak dapat ditempuh dengan berjalan kaki. Baca selebihnya »
DIarsipkan di bawah: feuture | Ditandai: malin kundang, pantai aie manih, pantai air manis, wisata | Leave a Comment »