<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Erinaldi Padang</title>
	<atom:link href="http://erinaldi.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://erinaldi.wordpress.com</link>
	<description>'Semua Berawal Dari Mimpi'</description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Oct 2009 11:31:08 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='erinaldi.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/c519a2000c709247c6c93f2405f443e7?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Erinaldi Padang</title>
		<link>http://erinaldi.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Gempa 7,9 SR Guncang Sumbar: 30 Menit Yang Menegangkan</title>
		<link>http://erinaldi.wordpress.com/2009/10/27/gempa-79-sr-guncang-sumbar-30-menit-yang-menegangkan/</link>
		<comments>http://erinaldi.wordpress.com/2009/10/27/gempa-79-sr-guncang-sumbar-30-menit-yang-menegangkan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Oct 2009 11:28:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erinaldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[gempa 7]]></category>
		<category><![CDATA[9 SR]]></category>
		<category><![CDATA[padang]]></category>
		<category><![CDATA[30 menit]]></category>
		<category><![CDATA[menegangkan]]></category>
		<category><![CDATA[tsunami]]></category>
		<category><![CDATA[klenteng see hin kiong]]></category>
		<category><![CDATA[pelabuhan]]></category>
		<category><![CDATA[muaro]]></category>
		<category><![CDATA[cicak]]></category>
		<category><![CDATA[kpk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erinaldi.wordpress.com/?p=185</guid>
		<description><![CDATA[Siang itu, Rabu, 30 September 2009, gerakan Cinta Indonesia Cinta KPK (Cicak) Padang berdemo di depan kantor Polisi Daerah Sumatera Barat di jalan Sudirman, Padang,
Aksi ini sempat memacetkan lalu lintas di jalan protokol. Setelah menggelar demo sekitar satu jam, mereka mulai membubarkan diri. Jalanan kembali normal. Sejumlah siswa berseragam sekolah terlihat ramai memenuhi halte pemberhentian [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erinaldi.wordpress.com&blog=3559202&post=185&subd=erinaldi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Siang itu, Rabu, 30 September 2009, gerakan Cinta Indonesia Cinta KPK (Cicak) Padang berdemo di depan kantor Polisi Daerah Sumatera Barat di jalan Sudirman, Padang,</p>
<p>Aksi ini sempat memacetkan lalu lintas di jalan protokol. Setelah menggelar demo sekitar satu jam, mereka mulai membubarkan diri. Jalanan kembali normal. Sejumlah siswa berseragam sekolah terlihat ramai memenuhi halte pemberhentian angkutan kota.</p>
<p>Menjelang sore, jual-beli bahan mentah di Pasar Raya Padang mulai menunjukkan aktivitas menurun. Hal ini berbeda dengan sejumlah mall-mall di Kota Padang. Pantauan saat itu, sebelum detik-detik yang mendebarkan terjadi, langit di Kota Padang terlihat tenang dengan awan tipis yang menyerupai garis-garis dengan bentuk memanjang.</p>
<p>Tenang dan terasa diam. Hiruk pikuk kota terasa hening di tengah kesibukan warga yang mulai beranjak pulang setelah seharian menjalankan aktivitas. Mobil yang dikendarai meluncur pelan dengan menuju kawasan Pelabuhan Muaro, Padang, kecepatan sekitar 30 km per jam.  Saat itu, jam di tangan menunjukkan sekitar pukul 17:16 WIB.</p>
<p>Saat melintasi deretan pertokoan di kawasan Padang Kota Tua ini, bunyi kaca berderik terdengan samar.  &#8220;Kretak, kretak,&#8221; kaca-kaca toko itu terus menimbulkan bunyi keras dan bergetar. Para penghuninya berhamburan ke luar dan melihat ke arah atas.</p>
<p><span id="more-185"></span>Setelah berada di luar toko, mereka terlihat terdiam dan menyaksikan kondisi gedung mereka. Di dalam mobil, kita tidak merasakan dan mengetahui apa sebenarnya yang terjadi. Sejumlah pertanyaan muncul: &#8220;Apa yang terjadi?&#8221; Waktu berlalu begitu cepat, dalam hitungan detik, sekitar pukul 17:18 WIB,  jalan yang dilewati mulai berguncang hebat.  Kuat sekali terasa guncangannya.</p>
<p>Saat itu baru disadari bahwa gempa telah mengguncang Padang. Pedal gas terasa sulit diinjak karena hentakan alam saat itu terasa dari segala arah dan seperti akan membalikkan kendaraan. Teriakan-teriakan histeris dan bunyi gaduh dari gedung-gedung rubuh bercampur aduk mewarnai telinga.</p>
<p>Gaduh sekali. Sampai-sampai kita tidak bisa membedakan suara yang muncul dari benda jatuh dengan seketika. Jalan aspal beton yang sebelumnya begitu kokoh patah di sejumlah titik yang dilewati. Aspal yang patah memuncratkan air berwarna kehitaman dan menyebabkan kegaduhan semakin tak terkendali.</p>
<p>Air yang keluar dari perut bumi ini kian membesar dan membanjiri jalan di sepanjang Pelabuhan Muaro,  Padang. Refleks, mata mengarah ke sungai Batang Araw yang berada tepat di sebelah kanan jalan. Gedung Dinas Prasarana Jalan dan Pemukiman Sumbar di depan Pelabuhan Muaro Padang mulai condong dan sebagiannya rubuh. Air terus menyembur dari patahan-patahan jalan dan menimbulkan genangan air di mana-mana.</p>
<p>&#8220;Air naik, air naik,&#8221; teriakan histeris ini terus membahana. Kata-kata ini menambah kepanikan dari semua orang yang saat itu keliatan masih terkesima dengan gempa besar yang mengguncang. Jalan menuju Klenteng See Hin Kiong di kawasan Pondok tertutup kabut merah sehingga tidak bisa dilewati.</p>
<p>Kabut merah ini muncul dari reruntuhan dari bangunan tua peninggalan Belanda yang rubuh akibat guncangan gempa. Situasi semakin mencekam. Dalam hitungan menit, jalan mulai terasa padat dan hanya menyisakan sedikit senggang yang bisa dilewati sepeda atau pejalan kaki.</p>
<p>Jembatan Siti Nurbaya yang membentang kokoh pasca gempa mulai dijejali warga. Seorang ibu yang menggendong anaknya dengan kain panjang, berlari menerobos kerumunan mobil dan berjalan menuju jembatan Siti Nurbaya.</p>
<p>Lima menit pasca gempa, kemacetan hebat mulai mewarnai jalan di kawasan Pondok. Kendaraan semakin  menumpuk. Berhitung dengan waktu, mobil mulai merangkak di tengah kegaduhan klakson mobil dan dentuman benda-benda jatuh.</p>
<p>Dahsyatnya gempa saat itu membuat sejumlah pohon bertumbangan. Kondisi ini juga yang mengakibatkan kemacetan di kawasan Pondok tak terhindarkan. Selang beberapa menit pasca gempa, api besar mulai membumbung ke udara.</p>
<p>Api mengamuk di mana-mana di kawasan Pondok. Menurut data yang dilansir Satuan Koordinasi Pelaksanaan Penanggulangan Bencana Sumbar, 27 kebakaran terjadi beberapa menit setelah gempa mengguncang.</p>
<p>Kepanikan terus berlangsung hingga menjelang malam. Kemacetan terjadi di mana-mana dan menyulut sejumlah pertengkaran mulut di beberapa titik. Saling ngotot ingin mencapai dataran tinggi mempersulit proses evakuasi.</p>
<p>Hasilnya, dua jam perjalanan dengan mobil hanya mampu menjangkau jarak sekitar 5 kilo meter. Jika tsunami terjadi, sulit bagi warga kota untuk melarikan diri karena jarak kota dengan bibir pantai hanya beberapa jengkal.</p>
<p>Sedangkan dataran tinggi di Kota Padang berjarak sekitar 15 kilo meter dari pusat kota. Kondisi ini semakin buruk karena banyaknya orang yang menyelamatkan diri menggunakan mobil.</p>
<p>Menjelang tengah malam, jalan-jalan kota mulai sepi. Kegelapan terjadi di mana-mana karena listrik padam pasca gempa. Tempat pengisian Bahan Bakar Minyak tutup. Jaringan telepon selular terputus. Padang terasa seperti kota mati.</p>
<p>Di jalan Sawahan hingga Simpang Haru, terlihat gedung-gedung berlantai tiga rontok dan hanya menyisakan satu lantai. Masjid Muhammadiayah yang berada di depan Pasar Simpang Haru rontok tinggal satu lantai.</p>
<p>Di Suzuki Finance Sawahan, sejumlah karyawan sibuk menyelamatkan rekan-rekanya yang tertimbun gedung runtuh. Di sejumlah tempat bimbingan belajar, para siswa terjebak reruntuhan gedung.</p>
<p>Saat gelap terus mencekam, mobil ambulance meraung-raung memecah kesunyian malam. Suara ambulance seperti tak pernah selesai meraung mengabarkan kondisi kritis. Jaringan telepon selular terputus.</p>
<p>Malam itu, sejumlah korban yang selamat dari reruntuhan gedung berhasil dievakuasi di tempat bimbingan belajar Quantum. Mia Reni Vixach (22 tahun) berhasil keluar dari reruntuhan gedung Quantum yang roboh.</p>
<p>Ia bersama tiga rekannya berhasil diselamatkan warga malam itu sekitar pukul 22.05 WIB. Keesokan harinya, kantong mayat mulai membanjiri halaman Rumah Sakit M Djamil, Padang. Saat itu, baru sekitar 30 jenazah korban gempa yang meninggal berada di sana. Tangisan, teriakan histeris muncul dari keluarga yang saat itu datang menjemput jenazah. (er)</p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erinaldi.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erinaldi.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erinaldi.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erinaldi.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erinaldi.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erinaldi.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erinaldi.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erinaldi.wordpress.com/185/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erinaldi.wordpress.com/185/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erinaldi.wordpress.com/185/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erinaldi.wordpress.com&blog=3559202&post=185&subd=erinaldi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erinaldi.wordpress.com/2009/10/27/gempa-79-sr-guncang-sumbar-30-menit-yang-menegangkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b20a8fed8a4896774002439770b7ad5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erinaldi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tambal Sulam Hubungan RI-Malaysia</title>
		<link>http://erinaldi.wordpress.com/2009/09/04/tambal-sulam-hubungan-ri-malaysia/</link>
		<comments>http://erinaldi.wordpress.com/2009/09/04/tambal-sulam-hubungan-ri-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2009 08:11:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erinaldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[hubungan]]></category>
		<category><![CDATA[indie band]]></category>
		<category><![CDATA[reok]]></category>
		<category><![CDATA[RI-Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[tari pendet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erinaldi.wordpress.com/?p=180</guid>
		<description><![CDATA[Lama gak nulis, kangen juga&#8230;Sekadar cuap-cuap aja, yang penting bisa lepasin tumpukkan kata-kata di kepala. Paling tidak, pengen berbagi dengan kawan-kawan sebangsa dan se Tanah Air, sapa tau ada diskusi yang muncul dari tulisan jelek ini&#8230;
Pembajakan seperti enggan menjauh dari negeri elok yang dipenuhi ribuan pulau dan ragam budaya yang tak ada duanya ini. Sebagai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erinaldi.wordpress.com&blog=3559202&post=180&subd=erinaldi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p><em>Lama </em><em>gak nulis, kangen juga&#8230;Sekadar cuap-cuap aja, yang penting bisa lepasin tumpukkan kata-kata di kepala. Paling tidak, pengen berbagi dengan kawan-kawan sebangsa dan se Tanah Air, sapa tau ada diskusi yang muncul dari tulisan jelek ini&#8230;</em></p>
<p><em></em>Pembajakan seperti enggan menjauh dari negeri elok yang dipenuhi ribuan pulau dan ragam budaya yang tak ada duanya ini. Sebagai bangsa yang tertekan berabad-abad, kreativitas bangsanya seperti tak pernah habis untuk berkreasi. Saking produktifnya, Malaysia pun <em>ampe gak</em> pernah selesai <em>ngeklaim </em>budaya anak bangsa. Yang namanya Tari Pendet, Reok, bahkan lagu band indie asal Padang pun, tak luput dari aksi pembajakan.</p>
<p>Sebagai bangsa, kita merasa bangga, ternyata hanya bangsa yang besar yang bisa menghasilkan karya besar. Kita tidak perlu berkecil hati dengan diadopsinya sejumlah budaya kita menjadi budaya bangsa lain. Kejadian ini memberikan kita pelajaran berharga bahwa bangsa lain menghargai karya kita dan mati-matian mengklaimnya sebagai hasil budaya mereka.</p>
<p><span id="more-180"></span>Tidak ada yang perlu dikhawatirkan dengan aksi Malaysia menjual berbagai budaya Indonesia untuk meningkatkan kunjungan wisata ke negeri yang besarnya tak cukup seluas pulau Sumatera. Mereka itu kecil, tidak sebesar Indonesia. Jika digambarkan sebagai orang berkeluarga, Malaysia itu adik kita yang mesti dibimbing dan diberi pengertian-pengertian agar tidak nakal.</p>
<p>Sebagai seorang kakak yang baik, kita harus <em>ngajarin</em> dia agar tidak mencuri (mengambil sesuatu yang bukan haknya), dan lebih menghormati orang yang lebih tua darinya. Awalnya, emang harus baik-baik <em>ngajarinnya</em>&#8211;penuh dengan kelembutan sebagai seoarang abang yang baik.</p>
<p>Sekali, dua kali, tiga kali, sebagai bangsa yang besar kita masih bisa memaklumi apa yang dilakukan Malaysia. Tapi, jika dilakukan berkali-kali, selayaknya sebagai abang yang baik, kita harus mukul kakinya atau anggota tubuh yang lain asal jangan kepalanya aja&#8211;takut ntar dia pingsan dan gak bisa bernafas lagi.</p>
<p>Terkait ketegangan antara Indonesia-Malaysia, sudah sewajarnya kita menasehati sang adik dengan cara memukul. Ini sudah pantas karena kenakalannya <em>udah kebangetan</em>. Mereka tidak hanya mencuri kreativitas kita, tapi juga berusaha <em>nyuri</em> tanah di halaman kita.</p>
<p>Tidak hanya nyuri budaya, tanah kita aja sudah terbukti pernah dicaplok ama mereka yang merasa besar. Sipadan dan Ligitan, contohnya. Dua pulau terluar ini terpaksa dilepaskan begitu saja ke negeri tetangga karena dia merasa lebih memiliki bukti otentik atas kepemilikan pulau tersebut.</p>
<p>Baru-baru ini pulau Jemur di Provinsi Riau juga dijadikan sebagai destinasi pariwisata Malaysia. Pulau yang tak berpenghuni ini dijajakan Malaysia pada wisatawan sebagai daerah yang patut untuk dikunjungi. Kenakalan Malaysia seperti sudah tak bisa dinasehati dengan cara berunding.</p>
<p>Pukul sedikit perlu untuk mengingatkan bahwa apa yang dilakukannya itu keliru. Kalau dibiarkan begitu saja, Malaysia malah akan semakin <em>ngelunjak</em> dan menjadi besar kepala. Soal memukul lawan, memang harus dikaji dulu kemampuan memukul kita. Secara matematika, perlu diperhitungkan kecanggihan pemukul yang dimiliki dan kemampuan orang yang menggunakannya.</p>
<p>Belakangan, kita memang sedikit bermasalah dengan alat-alat tempur yang dimiliki. Tak perang pun, Hercules rontok dan menewaskan banyak prajurit handal. Tak bisa dibayangkan tentang buruknya persenjataan kita. Mungkin ini menjadi pemikiran petinggi bangsa ini untuk memukul lawan&#8211;mau dipukul pake apa!?</p>
<p>Zaman perjuangan dulu, kita memang berhasil mengusir penjajah dengan bambu runcing. Saat Sekolah Dasar, aku bangga banget dengan sejarah bangsa yang mampu merebut kemerdekaan hanya bersenjatankan bambu runcing!!! Saking bangganya, kemana-mana sering bawa bambu, hehehe..Tapi sekarang beda coy, sekali bom aja Jepang takluk dalam Perang Dunia II.</p>
<p>Tapi, bagaimanapun, Indonesia memiliki segala hal yang berbeda dengan Malaysia. Dilihat dari segi apa pun, kita selalu unggul. Meskipun Negeri Jiran ini memiliki senjata pertahanan yang kuat, mereka tidak akan menang lawan Indonesia. Tapi, ini bukan soal perang!!! Perang sudah gak macho untuk saat ini.</p>
<p>Sekarang, yang terpenting pemimpin bangsa kita mesti mampu berbicara besar sebagai bangsa yang besar. Bagaimana bangsa ini besar jika orang-orangnya tidak menyadari bahwa kita ini besar. Bicara ama negara laen sering nunduk, makanya orang semaunya ama kita.</p>
<p>Selama ini, tambal sulam hubungan Indoenesia dan Malaysia tidak memberikan hasil apa-apa. Kita malah rugi dan mereka seperti tak mau berhenti mengganggu kedaulatan RI. Malaysia emang mulai nakal. Sebagai negara serumpun, kita prihatin kenapa tabiat saudara kita ini makin buruk.</p>
<p>Saat ini, jalur diplomasi memang harus dilakukan untuk memperbaki ketegangan antara dua negara. Diharapkan diplomat kita yang ke sana sama lah kalibernya dengan Agus Salim. Kalau diplomatnya cemen, ntar malah tidak menghasilkan apa-apa dan merendahkan martabat bangsa.</p>
<p>Kayaknya kondisi ini mesti cepat diatasi untuk menghindari kemarahan masyarakat bangsa ini. Di sana-sini kita menemukan aksi menentang Malaysia terus meluas. Kalau dibiarkan berlarut-larut, ini tidak baik bagi kehubungan kedua keluarga serumpun.</p>
<p>Jika tidak bisa diselesaikan secara baik-baik, perangi saja. Tapi saya yakin, bangsa ini memiliki kearifan dan kedewasaan untuk memilih lawan. Malaysia saya rasa bukan lawan sepadan buat Indonesia karena lebih kepada adik kandung nan serumpun. Adik-kakak berkelahi, orang lain akan ambil untung. Yang perlu diwaspadai kedua negara saat ini, siapa kira-kira yang beruntung dengan memburuknya hubungan RI-Malaysia? <strong>(***)</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erinaldi.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erinaldi.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erinaldi.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erinaldi.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erinaldi.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erinaldi.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erinaldi.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erinaldi.wordpress.com/180/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erinaldi.wordpress.com/180/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erinaldi.wordpress.com/180/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erinaldi.wordpress.com&blog=3559202&post=180&subd=erinaldi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erinaldi.wordpress.com/2009/09/04/tambal-sulam-hubungan-ri-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b20a8fed8a4896774002439770b7ad5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erinaldi</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Meutia Hatta dan Tifatul Sembiring Cawapres Gerindra</title>
		<link>http://erinaldi.wordpress.com/2009/02/10/meutia-hatta-dan-tifatul-sembiring-cawapres-gerindra/</link>
		<comments>http://erinaldi.wordpress.com/2009/02/10/meutia-hatta-dan-tifatul-sembiring-cawapres-gerindra/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 10 Feb 2009 13:54:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erinaldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[cawapres]]></category>
		<category><![CDATA[fadli zon]]></category>
		<category><![CDATA[gerindra]]></category>
		<category><![CDATA[meutia hatta]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[poros indonesia raya]]></category>
		<category><![CDATA[sumatera barat]]></category>
		<category><![CDATA[sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[tifatul sembiring]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erinaldi.wordpress.com/2009/02/10/meutia-hatta-dan-tifatul-sembiring-cawapres-gerindra/</guid>
		<description><![CDATA[

Partai Gerindra buka peluang sejumlah tokoh Sumbar sebagai Cawapres yang diusung pada Pemilu Presiden mendatang. Hal itu diutarakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon pada wartawan, Selasa (10/2) jelang kunjungannya ke Makam Pahlawan Harimau Kuranji, Padang, Sumatera Barat.


&#8220;Kemungkinan itu sangat terbuka. Karena 20 orang Cawapres yang masuk dalam penjaringan Gerindra, sejumlah tokoh Sumbar berada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erinaldi.wordpress.com&blog=3559202&post=177&subd=erinaldi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong><img src="http://erinaldi.files.wordpress.com/2009/02/tifatul-small1.jpg" border="0" alt="Tifatul" align="left" /><img src="http://erinaldi.files.wordpress.com/2009/02/meutia-20hatta-small.jpg" border="0" alt="Meutia hatta" align="right" /></strong></p>
<p align="center"><strong></strong></p>
<p align="center"><strong>Partai Gerindra buka peluang sejumlah tokoh Sumbar sebagai Cawapres yang diusung pada Pemilu Presiden mendatang. Hal itu diutarakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon pada wartawan, Selasa (10/2) jelang kunjungannya ke Makam Pahlawan Harimau Kuranji, Padang, Sumatera Barat.<br />
</strong></p>
<p><strong></strong></p>
<p align="justify">&#8220;Kemungkinan itu sangat terbuka. Karena 20 orang Cawapres yang masuk dalam penjaringan Gerindra, sejumlah tokoh Sumbar berada di dalamnya,&#8221; kata Fadli Zon. Tokoh-tokoh Sumbar yang masuk ke dalam Cawapres pendamping Prabowo yakni, Presiden PKS Tiffatul Sembiring dan Meutia Hatta. <span id="more-177"></span><br />
Meskipun partai nomor urut 5 tersebut belum mengerucutkan pada sejumlah calon, Fadli mengaku, pihaknya telah melakukan pendekatan pada sejumlah partai. &#8220;Tanggapan mereka bagus, dan ini langkah awal bagi partai untuk menentukan sikap,&#8221; ulas Caleg DPR RI asal Sumbar I tersebut.<br />
Sejauh ini, Partai Gerindra berencana membentuk tim yang berfungsi untuk mengkaji sejumlah nama Cawapres hasil penjaringan. Menjelang tanggal 9 April, Gerindra berniat akan mengumumkan Cawapres pilihan partai yang dianggap cocok untuk mendampingi Prabowo.<br />
Selain sejumlah tokoh asal Sumbar, nama-nama seperti Ketua Umum PPP Surya Dharma Ali juga menjadi Cawapres yang masuk kedalam penjaringan partai. Menurut Fadli Zon, kemungkinan untuk memilih Cawapres dari partai bernuansa religius juga terbuka. Jika kesiapan sejumlah nama yang masuk penjaringan Gerindra mengaku tidak keberatan, kemungkinan Presiden PKS dan Ketua Umum PPP menjadi pilihan utama.<br />
&#8220;Yang penting visi-misi Cawapres tersebut sejalan dengan partai dan memiliki jaringan yang luas pada masyarakat,&#8221; kata Fadli. Hanya saja, Wakil Ketua Umum Gerindra tersebut mengaku, untuk sementara waktu partainya fokus untuk mendapatkan 20 persen suara pada Pemilu Legislatif mendatang. Dengan perolehan suara tersebut, pihaknya bisa mengajukan Capres dan Cawapres.<br />
Dengan jumlah KTA (kartu tanda anggota) yang mencapai 10 juta pada 6 Februari lalu, Gerindra optimis bisa memenuhi target perolehan suara. Untuk Sumbar, partai tersebut menargetkan empat kursi DPR RI.</p>
<p align="justify"><strong>Poros Indonesia Raya<br />
</strong>Untuk menguatkan pencalonan Prabowo sebagai presiden, Gerindra tengah sibuk membangun poros Indonesia Raya yang berisikan sejumlah partai dan tokoh-tokoh masyarakat. Poros Indonesia Raya tersebut direncanakan berbeda dengan poros tengah karena diisi dari partai berbasis nasionalis dan religius.<br />
&#8220;Kita serius dengan pembentukan poros Indonesia Raya untuk menampilkan pemimpin baru yang mampu berbuat untuk kepentingan masyarakat,&#8221; tegas Fadli Zon. <strong>(eri)</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erinaldi.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erinaldi.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erinaldi.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erinaldi.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erinaldi.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erinaldi.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erinaldi.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erinaldi.wordpress.com/177/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erinaldi.wordpress.com/177/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erinaldi.wordpress.com/177/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erinaldi.wordpress.com&blog=3559202&post=177&subd=erinaldi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erinaldi.wordpress.com/2009/02/10/meutia-hatta-dan-tifatul-sembiring-cawapres-gerindra/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b20a8fed8a4896774002439770b7ad5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erinaldi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://erinaldi.files.wordpress.com/2009/02/tifatul-small1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Tifatul</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://erinaldi.files.wordpress.com/2009/02/meutia-20hatta-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Meutia hatta</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nikmati Keindahan Alam Sumbar dari Jendela Kereta</title>
		<link>http://erinaldi.wordpress.com/2009/02/09/nikmati-keindahan-alam-sumbar-dari-jendela-kereta/</link>
		<comments>http://erinaldi.wordpress.com/2009/02/09/nikmati-keindahan-alam-sumbar-dari-jendela-kereta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Feb 2009 04:52:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erinaldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[feuture]]></category>
		<category><![CDATA[air mancur]]></category>
		<category><![CDATA[alam]]></category>
		<category><![CDATA[alam sumbar]]></category>
		<category><![CDATA[kereta api]]></category>
		<category><![CDATA[padangpanjang]]></category>
		<category><![CDATA[sawahlunto]]></category>
		<category><![CDATA[sumatera barat]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>
		<category><![CDATA[wisata kereta api]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erinaldi.wordpress.com/2009/02/09/nikmati-keindahan-alam-sumbar-dari-jendela-kereta/</guid>
		<description><![CDATA[Keindahan alam Sumatera Barat akan tersaji di depan mata saat melakukan perjalanan dengan kereta api. Di mulai dari Stasiun Simpang Haru, Padang, loko diesel yang bergemuruh mulai merangkak pasti melewati perkampungan padat penduduk. 

Seperti tanpa rintangan, kereta mulai membelah jalan raya dan melintasi sungai-sungai kecil di kawasan pusat kota hingga pinggiran kota. Puas melewati jalan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erinaldi.wordpress.com&blog=3559202&post=169&subd=erinaldi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong><em><img src="http://erinaldi.files.wordpress.com/2009/02/p1150491-small.jpg" border="0" alt="P1150491" align="left" />Keindahan alam Sumatera Barat akan tersaji di depan mata saat melakukan perjalanan dengan kereta api. Di mulai dari Stasiun Simpang Haru, Padang, loko diesel yang bergemuruh mulai merangkak pasti melewati perkampungan padat penduduk. </em></strong></p>
<p><strong><em></em></strong></p>
<p align="justify">Seperti tanpa rintangan, kereta mulai membelah jalan raya dan melintasi sungai-sungai kecil di kawasan pusat kota hingga pinggiran kota. Puas melewati jalan beraspal, perjalanan kereta pun mulai membelah kawasan hutan dan tepian bukit barisan. Lembabnya udara pegunungan kian terasa saat perjalanan dengan kereta memasuki  kawasan luar kota. Di beberapa stasiun penghubung, laju kereta pun terhenti.<span id="more-169"></span><br />
Memasuki kawasan Lembah Anai, loko diesel yang menarik kereta mulai pindah kebagian belakang dan berfungsi untuk mendorong rangkaian kereta. Hal itu untuk melewati jalur kereta bergigi yang menghiasi kawasan Lembah Anai. Keindahan Gunung Merapi tersaji di depan mata menjulang kokoh sebagai pasak bumi.<br />
Semakin dekat ke kawasan Lembah Anai, suhu udara pun terasa semakin dingin. Tak lama berselang, kereta pun melewati Air Terjun (Aie Mancua) yang berada di kawasan lembah tersebut. Bahkan, laju kereta terlihat seperti berjalan di pucuk pepohonan yang memberikan kesan takjub bagi yang melewatinya. Sebuah jembatan setinggi 50 meter yang membelah jalan jalur dua menjelang tanjakan Silayiang menjadi pemandangan indah dan pengalaman menarik.<br />
Jembatan melengkung yang menghubungkan dua bukit di kawasan hutan lindung itu terlihat kokoh menghubung dua puncak bukit yang berhadap-hadapan. Jembatan sepanjang ratusan meter itu menghantarkan rangkaian kereta untuk memasuki kawasan hutan yang kaya dengan keanekaan flora dan fauna. Sesekali, sejumlah spesies burung terlihat tersibak saat kereta api melintas.<br />
Ratusan hektare sawah di kaki-kaki bukit seperti menjadi pemandangan <img src="http://erinaldi.files.wordpress.com/2009/02/p1120386-small.jpg" border="0" alt="P1120386" align="right" />mengagumkan yang sayang untuk dilewati. Laju kereta yang hanya sekitar 20 km per jam hingga 60 km per jam, menjadikan perjalanan dari Padang menuju Sawahlunto melewati Padang panjang dan menyisiri Danau Singkarak di tempuh sekitar tujuh jam. Cukup melelahkan, namun memberikan pengetahuan tentang indahnya alam Minangkabau.<br />
Sapaan ramah masyarakat menjadi penghilang kepenatan tatkala kereta wisata melewati perkampungan penduduk dan menyisiri sawah-sawah nan hijau. Sebuah paket perjalanan wisata yang pantas untuk dijual ke mancanegara maupun turis domestik. Sungai nan jernih di kawasan hutan serta gemercik air terasa menyejukkan pandangan setelah penat menjalankan rutinitas sehari-hari. Sekitar satu jam menjajal kawasan berbukit Lembah Anai, kereta yang melaju lamban—sekitar 20 km per jam—mulai melintasi kawasan Minang Fantasi, Padang Panjang.<br />
Objek wisata yang menjadi andalan Pemerintah Padang Panjang tersebut bisa dinikmati saat pembangunan stop shelter kereta api di kawasan wisata tersebut rampung dikerjakan. Menurut rencana pemerintah setempat, pemberhentian kereta api akan dibangun tak jauh dari komplek Mifan. Direncanakan, stop shelter dibangun sekitar 100 meter dari lokasi objek wisata Mifan.<br />
Beberapa saat setelah melewati kawasan tersebut, kereta pun mulai <img src="http://erinaldi.files.wordpress.com/2009/02/p1150516-small1.jpg" border="0" alt="P1150516" align="right" />memasuki kawasan Stasiun Padang Panjang. Kondisi loko pun kembaliu berubah menarik gerbong seperti dalam kondisi jalur datar. Setelah pergantian selesai, perjalanan pun  dilanjutkan menuju Solok. Dua gunung berapi di Sumbar—Gunung Merapi dan Singgalan—terlihat kokoh mengapit daerah Padang Panjang. Hawa dingin pun terasa kian menyergap ke pori-pori layaknya seperti kawasan puncak.<br />
Dari stasiun Padang Panjang,  kereta pun kembali melaju menyusuri daerah perbukitan dan menuju tepian Danau Singkarak. Keindahan danau vulkanik tersebut menjadi sajian utama saat kereta melaju dengan kecepatan sedang—sekitar 50 km per jam. Kereta pun terlihat melintasi tepian danau saat sebuah jembatan kereta menhubungkan tepian danau yang terlihat seperti menjorok ke tengah danau.<br />
Riak air danau serta sejumlah rumah-rumah masyarakat menampilkan pemandangan nan menyegarka mata. Sekitar 30 menit melintasi danau terbesar di Sumbar itu—terbesar kedua di Sumatera  setelah Danau Toba, Sumut—laju kereta kembali menyusup di anatara kerumunan padi nan menguning. Lambaian nyiur pun tak henti-hentinya menghiasi perjalanan yang menempuh ratusan kilo meter tersebut.<br />
Setelah agak menjauh dari kawasan danau, cuaca panas terasa menyengat. Kereta pun mulai merambah kawasan perbukitan dan  sawah dan mulai <img src="http://erinaldi.files.wordpress.com/2009/02/p1150506-small.jpg" border="0" alt="P1150506" align="left" />menyusuri perumahan penduduk hingga berhenti di Stasiun Solok. Dari Solok, perjalanan kembali dilanjutkan menyusuri te pian bukit-bukit pinus di kawasan Solok menunju Sawahlunto. Kehangatan Kota Arang semakin terasa ketika kereta mulai mema suki terowongan yang panjangnya mencapai pulu han meter.<br />
Untuk menghilangkan kepe natan setelah menempuh perjalanan sekitar 7 jam, Museum Kereta Api menjadi pilihan selanjutnya. Hanya dengan membayar sebesar Rp500, Anda bisa menikmati kembali sejarah perkeretaapian di Sumbar.<br />
Layaknya kota peninggalan Belanda, beragam bangunan tua bisa dijumpai di sekitar Pasar Remaja. Cukup dengan hanya berjalan kaki dari areal stasiun, Anda bisa menikmati sisa-sisa kejayaan eropa di Sawahlunto. <strong>(erinaldi) </strong></p>
<p align="justify">
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erinaldi.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erinaldi.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erinaldi.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erinaldi.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erinaldi.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erinaldi.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erinaldi.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erinaldi.wordpress.com/169/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erinaldi.wordpress.com/169/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erinaldi.wordpress.com/169/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erinaldi.wordpress.com&blog=3559202&post=169&subd=erinaldi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erinaldi.wordpress.com/2009/02/09/nikmati-keindahan-alam-sumbar-dari-jendela-kereta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b20a8fed8a4896774002439770b7ad5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erinaldi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://erinaldi.files.wordpress.com/2009/02/p1150491-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1150491</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://erinaldi.files.wordpress.com/2009/02/p1120386-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1120386</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://erinaldi.files.wordpress.com/2009/02/p1150516-small1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1150516</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://erinaldi.files.wordpress.com/2009/02/p1150506-small.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">P1150506</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wisata Pantai Malin Kundang</title>
		<link>http://erinaldi.wordpress.com/2009/02/05/wisata-pantai-malin-kundang/</link>
		<comments>http://erinaldi.wordpress.com/2009/02/05/wisata-pantai-malin-kundang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Feb 2009 03:53:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>erinaldi</dc:creator>
				<category><![CDATA[feuture]]></category>
		<category><![CDATA[malin kundang]]></category>
		<category><![CDATA[pantai aie manih]]></category>
		<category><![CDATA[pantai air manis]]></category>
		<category><![CDATA[wisata]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://erinaldi.wordpress.com/2009/02/05/wisata-pantai-malin-kundang/</guid>
		<description><![CDATA[Pantai Aia Manih menjadi lokasi wisata favorit yang ada di Padang. Legenda Malin Kundang akan menyapa pelancong saat menginjaki kaki di pasir berwarna coklat keputihan.
Seonggok batu dan relief cerita Malin Kundang menghiasi kawasan wisata pantai yang dipadati pengunjung di waktu liburan. Konon kabarnya, batu besar tersebut merupakan kapal besar dan jasad Malin Kundang yang terdampar. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erinaldi.wordpress.com&blog=3559202&post=155&subd=erinaldi&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p align="center"><strong>Pantai Aia Manih menjadi lokasi wisata favorit yang ada di Padang. Legenda <img src="http://erinaldi.files.wordpress.com/2009/02/malinkundang-small1.jpg" border="0" alt="Malinkundang" align="right" />Malin Kundang akan menyapa pelancong saat menginjaki kaki di pasir berwarna coklat keputihan</strong>.</p>
<p align="center">Seonggok batu dan relief cerita Malin Kundang menghiasi kawasan wisata pantai yang dipadati pengunjung di waktu liburan. Konon kabarnya, batu besar tersebut merupakan kapal besar dan jasad Malin Kundang yang terdampar. Menurut legenda rakyat, Malin Kundang dan kapalnya dikutuk menjadi batu karena kedurhakaannya pada orang tua.</p>
<p align="center">Pantai landai nan luas di Pantai Aia Manih memberikan lokasi bermain bagi para pengunjung. Bahkan di saat pasang surut, pengunjung bisa melihat biota laut yang menyembul ke permukaan. Dengan berjalan kaki, Anda pun bisa menuju Pulau Pisang Kecil yang berada tak jauh dari tepian Pantai Aia Manih. Pulau yang tak begitu luas tersebut, bisa dijadikan tempat peristirahatan sejenak sambil menikmati</p>
<p align="center">bekal makanan yang telah dipersiapkan. Pulau Pisang Kecil dihiasi dengan pohon Jambu Kaliang yang bisa dinikmati para pengunjung dengan gratis. Tapi ingat, jangan terlalu lama menikmati suasana di pulau tersebut. Karena, berselang beberapa jam, air pasang akan berangsur-angsur naik seperti sediakala sehingga akses menuju Pulau Pisang Kecil tidak dapat ditempuh dengan berjalan kaki.<span id="more-155"></span></p>
<p align="center">Tak jarang, kalangan muda di Kota Padang juga memanfaatkan Pantai Aia Manih sebagai tempat perkemahan. Debur ombak bergulung di daerah tersebut juga dimanfaatkan para peselancar untuk berselancar. Akses menuju kawasan wisata Pantai Aia Manih dapat dituju dari beberapa arah. Pantai yang terletak di Kecamatan Padang Selatan tersebut, bisa ditempuh dengan perjalanan darat sekitar 30 menit dari pusat kota.</p>
<p align="center">Dari kawasan Gunung Padang pun, para wisatawan dapat menempuh Pantai Aia Manih dengan berjalan kaki. Jalur tersebut cukup melelahkan tapi memberikan pengalaman berpetualang yang menyenangkan. Sejumlah penginapan <em>(homestay)</em> bisa ditemui di Pantai Aia Manih jika Anda ingin menghabiskan malam di kawasan wisata tersebut. Mengenai harga, konon kabarnya tidak terlalu mahal karena dikelola masyarakat setempat. <strong>(erinaldi)</strong></p>
  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/erinaldi.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/erinaldi.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/erinaldi.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/erinaldi.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/erinaldi.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/erinaldi.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/erinaldi.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/erinaldi.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/erinaldi.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/erinaldi.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=erinaldi.wordpress.com&blog=3559202&post=155&subd=erinaldi&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://erinaldi.wordpress.com/2009/02/05/wisata-pantai-malin-kundang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/4b20a8fed8a4896774002439770b7ad5?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">erinaldi</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://erinaldi.files.wordpress.com/2009/02/malinkundang-small1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Malinkundang</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>