Gunung Padang dan Legenda Siti Nurbaya

Gunung-2dpadangGUNUNG Padang merupakan objek wisata yang menjadi legenda hidup cerita Siti Nurbaya.

Bukit yang tak begitu tinggi tersebut, dimanfaatkan kalangan pencinta olahraga climbing untuk menguji nyali. Tak jarang empat jalur pemanjatan yang ada di kawasan Siti Nurbaya tersebut menjadi dinding alam favorit bagi para climber.

Tebing yang terbentuk dari batuan basal ini menjulang dengan ketinggian sekitar 30 meter. Menariknya, tebing Gunung Padang menyediakan tingkat kesulitan yang bervariasi. Menurut informasi, terdapat sekitar 4 jalur yang bisa dimanfaatkan para climber untuk menguji nyali. Di antaranya Jalur H&R (5.9) dipanjat tahun 1991 oleh Harera dan Edu, Jalur Camp (5.11 c/d) dipanjat tahun 1990 oleh Rizal N Jalur Fasting (5.12) dipanjat tahun 1992 oleh Valdi dan Jalur Trek Eureka (5.11 c/d) oleh Radit. Baca selebihnya »

Sadisme Tewaskan Ketua DPRD Sumut

Sadis!!! Ungkapan itu yang mengalir dari hati dan meluncur lewat omongan saat kita mendengar kabar dari sejumlah media–internet, tv, surat kabar–tentang tewasnya Ketua DPDRD Sumatera Utara Abdul Aziz.

Massa begitu beringas memukul dan mengerumuni seorang pejabat negara yang terlihat tanpa perlindungan petugas keamanan. Serasa berada di tengah-tengah binatang buas yang lapar dan siap menerkam buruannya. Singa pun punya etika untuk mendapatkan buruannya. Tidak semua Singa betina yang berburu menghujamkan gigitan atau cakaran ke tubuh mangsanya.

Apa yang terjadi di Medan lebih buruk dari kebiasaan binatang buas berburu. Kenapa hal itu bisa terjadi? Sedemikian burukkah perangai masyarakat Indonesia yang terkenal dengan kelembutan penduduk Asia?  Kita tidak habis pikir apa penyebab dari semua itu.

Apa pun alasan dari aksi tersebut tidak bisa diterima akal sehat. Apalagi hanya sebatas keinginan untuk pemekaran provinsi yang seharusnya bisa dibicarakan secara baik-baik.

Setiap kali melihat aksi keberingasan massa yang ditampilkan sejumlah media cetak, saya tidak bisa berkata apa-apa selain: “biadab!!!”. Tapi apa hendak dikata, aksi keberingasan massa di Medan telah selesai dan meninggalkan jejak yang ‘tak akan bisa terhapus dari sejarah kelam demokrasi di Tanah Air.

Baca selebihnya »

Golput Haram, Keren…

Cuap-cuap, hehehehe…

Saat Majelis Ulama Indonesia (MUI) berijtima’ Golongan Putih (Golput) haram, hampir setiap orang berkomentar. Ada yang bilang MUI kurang kerjaan karena nyampurin urusan politik.
Ada yang nyentil, kok baru sekarang dibilang haram. Tapi, ada juga kok yang tertolong dengan fatwa tersebut. Parpol serta caleg peserta Pemilu mestinya beterimakasih dengan fatwa tersebut. Kenapa? Karena, meningkatnya partisipasi pemilih akan meningkatkan perolehan suara kontestan Pemilu. Tak hanya itu Komisi Pemilihan Umum (KPU) pun sangat terbantu dengan fatwanya MUI.
Lahirnya fatwa MUI diharapkan mampu mendongkrak partisipasi pemilih pada Pemilu mendatang yang dikhawatirkan lebih buruk dari Pemilu 2004. Tapi, kenapa mesti dengan fatwa MUI? Dari sisi lain, fatwa tersebut terkesan memaksa karena jika dinyatakan haram, konsekwensinya–bagi muslim–pasti ada sanksinya. Baca selebihnya »

Merah Menyala Warnai Perayaan Imlek di Klenteng See Hin Kiong

KlentengJelang perayaan tahun baru Imlek 2560 , masyarakat etnis Tionghoa di Padang sibuk mempercantik Klenteng See Hin Kiong di jalan Klenteng, Padang Selatan. Satu-satunya klenteng yang dijadikan tempat beribadat bagi penganut Budha, Kong Hu Cu, Tao, kian didandani.

Ratusan bahkan ribuan lampion yang didominasi warna merah menyala menjuntai di halaman depan Klenteng dan tergantung disepanjang jalan tersebut. Suasana meriah terasa menyergap perjalanan saat melintasi kawasan yang dihuni etnis Tionghua di Padang.  Rumah-rumah masyarakat keturunan pun tak luput dari gemerlap cahaya lampion yang berbentuk lingkaran dengan berbagai ukuran.
Baca selebihnya »

Siar Islam Hingga Markas Perjuangan

Keberadaan Masjid Raya Ganting tidak bisa dilepaskan dari perkembangan Kegiatan Pesantren Ramadhan di Masjid Raya Gantiangsiar Islam di Minangkabau. Konon kabarnya, masjid tertua di Sumbar tersebut pada awalnya berdiri di kaki Gunung Padang.
Karena alasan tertentu dan kepentingan ummat dipindahkan ke tepian Batang Araw. Menurut cerita rakyat sekitar, pemindahan ke tepian Batang Araw disebabkan rencana Belanda yang ingin membuat jalan ke Teluk Bayur.

Baca selebihnya »