Kebakaran Seberang Padang Utara

Kebakaran di seberang padang rabu selepas magrib (1)

Asap masih mengepul saat POSMETRO datang melayat korban kebakaran di Jalan Subarang Padang Utara II nomor 25 dan jalan Subarang Utara III nomor 142, Kec.Padang Selatan, Padang. Dua tenda milik Departemen Sosial RI berdiri di dua jalan tersebut memanfaatkan tanah kosong milik warga.

Sepasang suami istri, Martini (54) dan Edi (56)terduduk lesu ditemani cucunya yang baru saja datang dari Padang Panjang di bekas pohon kelapa yang tumbang. Matanya nanar memandang puing-puing rumah petak kontrakkannya yang hangus dibakar si jago merah, Rabu malam (30/4). “Semuanya habis terbakar. Hanya
pakaian yang melekat di badan saja yang berhasil diselamatkan. Kami ‘tak tahu harus berbuat apa,” ungkap Ibu Martini pada POSMETRO (1/4).
Pak Edi terlihat sedikit tegar menghadapi musibah yang menghanguskan semua harta miliknya. Bahkan, aku Bu Martini, ijazah anak laki-lakinya pun ikut terbakar. Ia mengaku, untuk sementara tidur di tenda bantuan pemerintah. ”Untung semalam tidak turun hujan,” aku Bu Marni. Sedangkan untuk makan, ia mengaku, mendapat bantuan nasi bungkus dari pihak kelurahan dan warga setempat.
Siang itu, Pak Edi datang membawa bungkusan plastik yang berisi pakaian. “Ini bantuan dari rekan-rekan bapak,” akunya. Bu Martini belum bisa berpikir lebih jauh tentang nasib keluarganya. “Kami miskin dan sudah tidak punya apa-apa lagi, untuk mencari kontrakkan baru pasti butuh uang,” ujarnya bergumam.
Sesaat kemudian, Dwi Hariyati, ikut duduk di sebalah Bu Martini. Dwi terlihat terpukul dengan musibah yang menimpa rumah kontrakkannya. Ia terlihat banyak diam dan sering menanyakan tentang ijazahnya yang ikut hangus terbakar.
“Apa bisa diurus lagi ya,” tanya Dwi. Siswi lulusan SMA PGRI 3 Padang tahun 2007 itu terlihat khawatir jika tidak bisa mendapatkan pengganti dari ijazahnya yang hangus trebakar. Ia mengaku, saat kejadian, dirinya tidak berada di rumah. Menurutnya, tak satu pun barang-barang milik keluarganya yang terselamatkan pada musibah itu.
Penderitaan juga dirasakan keluarga Sudimen. Dua gerobak miso serta becak es miliknya yang sehari-harinya dimanfaatkan untuk berjualan bakso keliling, hangus terbakar. “Untuk sementara gak bisa dagang dulu, harus mulai dari nol lagi karena semuanya ikut hangus terbakar,” aku Sudimen, laki-laki paroh baya
dengan logat Jawa-nya yang kental. Ia mengaku, tidak bisa berbuat banyak untuk menghidupi keluarganya. Bagaimanapun, akunya, semua modal miliknya ikut hangus terbakar dengan rumah kontrakkan miliknya.
Selain empat petak rumah yang hangus terbakar di jalan Subarang Padang Utara II No.25, satu rumah panggung di Jalan Subarang Padang Utara III No.142 juga ikut dimamah si jago merah. Rumah tua itu masih menyisakan ruangan depannya.
Rumah Sosian Efendi (73) itu ikut terbakar setelah kobakaran api menjilati bagian belakang rumahnya yang berbatasan langsung dengan rumah petak yang menjadi sumber api. “Waktu kejadian orang tua saya lagi ke masjid, untung saja warga sekitar yang menyelamatkan barang-barang,” aku Erwin, anak korban.
Untuk sementara, aku Erwin, keluarganya mengungsi ke rumah family yang lain. Kebakaran besar yang terjadi Rabu kemarin menghanguskan lima rumah warga di jalan Subarang Padang Utara. Empat petak rumah–3 petak rumah kontrakkan dan pemilik kontrakkan–di jalan Subarang Padang Utara II ludes dilalap api. Sekitar dua belas orang dari tiga kepala keluarga yang mengisi tiga petak rumah kontrakkan di jalan Subarang Padang Utara II terpaksa tinggal di tenda darurat milik Depsos RI. (eri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s