Padang Bay City Di Mata Masyarakat

Market-pbc1

Konsep mega proyek Padang Bay City (PBC) terbilang sensasional. Dengan reklamasi kawasan Pantai Padang seluas 33 hektare, tentunya PBC berdampak pada kehidupan masyarakat setempat yang telah mendiami kawasan pantai itu puluhan tahun lalu. Mayarakat yang berprofesi sebagai nelayan maupun pedagang ‘Talua Katuang’ berharap konsep PBC berdampak positif bagi mereka.

“Kalau Padang Bay City memberikan manfaat pada masyarakat Berok Nipah (Kecamatan Padang Barat) tentunya kami akan mendukung. Tapi kalau hanya sekedar menggusur dengan pola ganti rugi, 99 persen masyarakat akan menolak,” tegas Babe, tokoh yang dituakan masyarakat setempat pada POSMETRO, Jumat (2/5).

Menurutnya, konsep tersebut telah lama diapungkan kalangan pemerintah Kota Padang. Hanya saja, aku Babe, konsep menjadikan kawasan Pantai Barat Sumatera itu sebagai hunian elite hingga sekarang ‘tak kunjung dimulai. Mereka pun terbilang tidak memahami bentuk Padang Bay City yang bakal berdiri di lingkungannya. “Bagaiamana kami akan bersikap, seperti apa konsep Padang Bay City itu sendiri hingga sekarang kami tidak memahaminya,” aku Babe.

Hal senada juga diungkapkan Soni (50). Ia mengaku, hingga saat ini masyarakat belum memperoleh informasi yang memadai tentang konsep PBC. “Asalkan tidak mengganggu lingkungan masyarakat dan menghilangkan mata pencarian kami tentunya akan ditentang masyarakat,” aku Soni. Tak banyak yang mereka harapkan dari konsep PBC yang didengungkan pihak pemerintah.

Salah seorang warga Berok yang lain mengaku tidak memahami sama sekali tentang konsep PBC. “Mungkin pihak kelurahan lebih paham konsep Padang Bay City,” akunya yang enggan disebutkan namanya. Menurut cerita yang diterima masyarakat sekitar, pembangunan mega proyek tersebut memberikan lapangan kerja pada kalangan muda setempat. Hanya saja, info miring tentang dampk buruk PBC pun beredar. PBC akan mengganggu ketentraman masyarakat setempat sehingga mereka yang berprofesi sebagai nelayan akan tergusur.

“Jika mesti digusur dengan konsep ganti rugi tentunya masyarakat akan menolak Padang Bay City,” aku Babe. Mereka hanya berharap, mega proyek PBC berdampak positif pada ekonomi masyarakat setempat. Menurut informasi, mega proyek PBC akan menelan biaya Rp 400 miliar. Dana tersebut sepenuhnya ditanggung pihak investor tanpa membebani anggaran daerah.

Reklamasi tersebut nantinya akan menggunakan tanah galian sedimen Batang Arau sepanjang 2,5 kilometer. Kawasan Batang Arau dan Pantai Padang akan beralih fungsi menjadi kawasan wisata, perdagangan, dan permukiman mewah. Dengan konsep tersebut pemerintah berharap PBC menjadi benteng pertahanan awal Kota Padang dari terjangan tsunami.

Bibir Samudeara Hindia akan direklamasi sepanjang 1,5 kilometer dengan lebar 500 meter. Diperkirakan 2 juta kubik tanah timbunan dibutuhkan untuk mereklamasi laut dengan sistem tetrapot yang mampu menahan tanah timbunan dari hantaman gelombang laut. Pihak pemerintah melansir, sekitar 300 tenaga kerja akan tersodot untuk membangun Land Mark Kota Padang tersebut.

Kemarin, pihak Pemko Padang menandatangai kontrak kesepahaman (momerendum of understanding) dengan PT Amagedon untuk pembangunan PBC. Pihak Pemko Padang berharap, masyarakat mendukung konsep Land Mark Kota Padang itu. (erinaldi)

2 thoughts on “Padang Bay City Di Mata Masyarakat

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s