Di Sumbar Stok BBM Menipis

Pengusaha minyak dan gas yang tergabung dalam Hiswana Migas cemaskan ketersediam bahan bakar minyak (BBM) di Sumatera Barat tidak mencukupi saat kenaikan harga ditetapkan pemerintah.

“Kita mencemaskan stock minyak tidak mencukupi saat hari ‘H’ (saat pemerintah menetapkan kenaikan harga BBM,”ungkap Ketua DPC Hiswana Migas Sumbar Rinto Widjaya, pada wartawan, Rabu (7/5). Ia mengaku, dua hari belakagan–saat pemerintah berencana menaikan harga BBM– pasokan BBM ke SPBU dijatah 1 tengki per hari dengan kapasitas 14 ribu liter.

Jumlah tersebut dinilai kalangan pengusaha SPBU tidak mencukupi dengan lonjakan permintaan BBM masyarakat setiap harinya pasca rencana pemerintah menaikan harga. Bahkan, menurut informasi dari pengusaha SPBU di daerah yang tergabung dalam Hiswana Migas, stock BBM di daerah Dharmasraya, Sijunjung, dan Pesisir Selatan, kian menepis. “Kondisi ketersediaan BBM di derah lebih buruk,” aku Rinto.

Pihak Hiswana juga menyayangkan kondisi pengiriman BBM ke SPBU yang terkesan lamban dan tidak memenuhi permintaan pengusaha. Kepala Bidang SPBU Hiswana Migas Zulhendry menilai, keterbatasan armada angkut PT Patra, anak perusahaan Pertamina, menyebabkan suply minyak ke SPBU sedikit mandek. “Armada yang dimilikinya terbatas dan tidak ideal dengan jumlah SPBU yang ada,” tegas Zulhendry.

Sejauh ini, menurutnya, 122 armada PT Patra yang beroperasi melayani 96 SPBU dengan dua kategori (bensin dan solar) tidak mencukupi untuk menjaga ketersediaan suply BBM masyarakat. “Jika 96 SPBU tersebut dikalikan dua kategori yang dimilikinya, berarti totalnya mencapai 192 unit, tentunya sangat tidak ideal jumlah armada yang dimiliki PT Patra,” akunya. Jumlah tersebut belum termasuk 2 APMS dan 7 SPDN yang berfungsi menyalurkan solar pada nelayan.

Para pengusaha SPBU berharap PT Pertamina bekerja ekstra time untuk melayani ketersedian BBM di SPBU-SPBU. “Kalau biasanya mereka bekerja hingga jam 4 sore, saat-saat darurat seperti sekarang, kita berharap mereka bekerja hingga jam 9 malam (21.00 WIB-red),” tegas Rinto Widjaya.

Mengenai tindakan spekulan dan penimbun BBM menjelang kenaikan harga BBM ditetapkan pemerintah, pihak Hiswana mengaku, akan bekerjasama dan membuka diri pada umum untuk mengungkap pengusaha SPBU nakal. Hiswana berjanji untuk membentuk tim khusus yang memantau ketersediaan BBM di SPBU untuk menghindari adanya tindakan spekulan yang merugikan masyarakat. “Selagi stock BBM tersedia, kami akan melayani 24 jam, dan kami berusaha untuk membuka siapa-siapa pengusaha SPBU nakal yang melakukan penimbunan,” tegas Ketua Hiswana Migas itu.

Ketua Kamar Dagang Dan Inddustri Sumbar H.Asnawi Bahar, mempertanyakan kesanggupan PT Patra melayani SPBU secara konsiste. Ia meminta, pihak Pertamina untuk konsern dalam peenyuplaian BBM ke SPBU untuk menghindari ungkapan miring pada pengusaha. “Kami tidak mungkin menahan-nahan BBM jika stock cukup. Untuk menjamin itu kita berharap pihak Pertamina mesti jujur mengungkapkan tentang ketersediaan BBM di Sumbar,” tegasnya.

Indikasi menurunnya stock BBM terlihat dari penjatahan pada SPBU yang dilakukan Pertamina dua hari lalu–sejak pemerintah berencana menaikan harga. Saat ini, pihak PT Patra hanya menyuplai 14 ribu liter per hari untuk setiap SPBU. Asnawi berharap, jika stock BBM untuk Sumbar masih aman, Pertamina diharapkan melakukan penambahan armada tangki pengangkut mengingat permintaan akan BBM meningkat dari kondisi semula. Ia menawarkan, pihak pengusaha siap membantu penambahan armada tangki jika armada PT Patra tidak mencukupi. (eri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s