Hino Optimis Capai Target Produksi 2008

Perusahaan otomotif Hino mengaku optimis dapat meningkatkan kapasitas produksinya di tahun 2008 menjadi 15 ribu unit di tengah kebijakkan pemerintah menaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Kita optimis dengan target 15 ribu unit pada tahun 2008 karena dukungan pemerintah dengan melarang import mobil bekas masuk ke Indonesia, local assembling akan terbuka,” ungkap Benny Kriswanto, Marketing Director PT Hino Motor Sales Indonesia, pada wartawan, Jumat (16/5) di salah satu hotel di Padang.
Menurut Beny, meskipun kebijakan tersebut memberi dampak negatif terhadap penjualan otomotif secara keseluruhan, namun hal tersebut tidak akan berlangsung dalam jangka waktu lama. Bagaimanapun, ungkapnya, persoalan serupa–kenaikan BBM–pernah terjadi di tahun 2005 sehingga kalangan otomotif optimis dengan market share yang ada. Sejauh ini, market share otomotif jenis truk kategori III di Indonesia, menunjukkan peningkatan yang signifikan.
Tahun 2007, Hino Indonesia mencatat penjualan tertinggi dibanding negara-negara lain di luar negara asalnya (Jepang). Menurut data tahun 2007, sebanyak 8.224 unit produk Hino berhasil menguasai pasar truk di Indonesia. Produk Hino kategori III (daya angkut 10 ton–18 ton) berhasil menguasai 50 persen pasaran truk sejenis di Indonesia. Berdasarkan data akhir perusahaan tersebut, penjualan Hino pada April 2008 tercatat sebagai penjualan terbesar di dunia dengan 1.301 unit yang beredar di pasaran.
Beny Kriswanto mengakui, pihaknya akan terus mengembangkan inovasi untuk mempersiapkan produk handal dalam persaingan dengan produsen truk-truk sejenis di Tanah Air. Produk handalan yang ditawarkan produsen mobil komersil tersebut di Ktegori II yakni tipe Dutro dengan spesifikasi tahan pada medan yang ekstrim. Varian tersebut dinilai cocok degan kondisi alam perkebunan. “Didukung dengan tipe gardan antislip, akan memudahkan kendaraan tetap melaju pada kondisi yang berlumpur,” aku Beny.
Untuk mendukung peningkatan produksi Hino di tahun 2008, perusahaan mobil truk tersebut menargetkan peningkatan jumlah part shop yang menjamin ketersedian suku cadang. “Tahun ini kita menargetkan jumlah part shop menjadi 500 unit yang sebelumnya mencapai 350 unit,” aku Hasan Susanto, Deputy General Manager Sales Support & Administration Division, menambahkan. Selain itu, dengan dibantu 30 maindealer dan 60 outlet yang tersebar di Indonesia, perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) tersebut optimis target penjualan bisa ditingkatkan.
Pimpinan Toshio (maindealer Hino Sumbar) Darwis T Suzuki mengaku, peningkatan jumlah produksi tersebut bentuk apresiasi terhadap meningkatnya permintaan. “Permintaan tetap tinggi, tapi belum terpenuhi karena keterbatasan jumlah produksi,” aku Darwis. Sebelumnya, total produksi Hino Motor Sales Indonesia yakni 10 ribu unit per tahun. (eri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s