Jaringan Habib Ali Makrus Atamimi Diamankan di Padang

Isu pelecehan terhadap satu agama kembali menguap. Motifnya dengan memperbanyak ceramah seorang Habib yang terkesan tendensius terhadap kelompok agama tertentu dalam kepingan video compact disc (VCD). Hal itu terungkap, saat seorang wanita parohbaya berhasil diamankan petugas satpam salah satu mall di Padang saat menyelipkan beberapa kepingan vcd ke dalam tumpukan kotak susu.
Setelah memeriksa vcd yang diselipkan pelaku yang mengandung isu SARA, pihak keamanan setempat menyerahkan pelaku yang berinisial ‘ROT’ ke Kepolsian Kota Besar Padang. Apa sebenarnya motif pelaku?
Peristiwa ini terungkap, pada Senin menjelang sore (25/5) sekitar pukul 16.45 WIB. Satuan pengamanan (Satpam) Ramayana di lantai I Plaza Andalas Jumaidi, menerima laporan dari rekan karyawan konter shift pagi yang menaruh curiga dengan gerak-gerik pelaku. Kecurigaan itu muncul karena wanita paro baya itu terlihat menyelipkan sesuatu pada barang-barang yang dipajang pada gerai di pusat perbelanjaan yang berada di Jalan Pemuda tersebut.
Tak ingin berlama-lama, Jumaidi segera mendekat. Apalagi, wanita tersebut terus saja menyelipkan sesuatu, pada barang-barang yang dipajang melalui saku bajunya. Kemudian, petugas keamanan menanyakan identitas pelaku. Wanita berumur 56 tahun ini, menjadi panik. Apalagi, Satpam juga menemukan kepingan VCD yang berisikan tentang hujatan terhadap agama Islam setelah petugas keamanan setempat memutar kepingan vcd yang dibawa pelaku. Karena tergolong pada tindak pidana, petugas satpam Ramayana menyerahkan pelaku ke Mapoltabes Padang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Setelah kita selidiki, VCD yang diselipkan pelaku tersebut berisi khutbah dari Habib Ali Makrus Atamimi. Sebagian besar dari khutbah yang disampaikannya, berisi hujatan terhadap agama Islam,” ungkap Kapoltabes Padang AKBP Drs Bambang Ramelan pada wartawan beberapa waktu lalu. Pihak kepolisian juga memberikan kesempatan pada seluruh wartawan yang hadir untuk menonton VCD berdurasi 1 jam 11 menit 53 detik itu. Pengamatan koran ini, tampak seorang pria yang kumis dan jenggotnya telah menyatu, menyampaikan beberapa permasalahan yang lebih banyak mendiskreditkan ajaran Islam. Pria yang mengenakan batik warna biru dengan motif kotak-kotak itu, juga menyampaikan dirinya keturunan cucu Rasululah SAW dari Bani Tamim (Habib). Dia juga menyampaikan, pernah belajar di Makkah serta pernah menjadi pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Kota Surabaya. Dalam VCD itu, sang Habib juga membanding-bandingkan ajaran Islam dengan agama lain.
”Khutbah yang disampaikan dalam kepingan VCD yang disebar pelaku ”ROT” ini, nyata-nyata telah menghujat agama Islam,” tegas Bambang yang didampingi Kasat Reskrim Kompol Hendri Budiman SH SIK. Di antara kalimat yang menghujat itu yakni, dengan mengatakan ajaran al Quran banyak yang tidak benar dan memberikan penilaian keliru terhadap Rasul–Muhammad SAW–sebagai sosok peminta-minta.
Dikatakan Bambang, setelah dilakukan penyelidikan awal, pelaku ‘ROT’ memiliki 15 keping VCD berisikan kutbah dari sang Habib. Dia juga memiliki dua buah KTP (Kartu Tanda Penduduk). Dalam beberapa KTP yang diperlihatkan pelaku, ‘ROT’ ternyata memiliki agama yang berbeda-beda. Satu beragama Islam dan lainnya beragama Kristen. Sedangkan kepingan VCD itu, diakui dibawanya dari Jakarta. Barang Bukti (BB) tersebut, didapatkan dari Atrium Senen, Jakarta dari seseorang bersepeda motor yang tidak dikenalnya. Sebelum ditangkap, ‘ROT’ mengaku baru saja datang dari Mentawai.

Disebar ke Mentawai
Kapoltabes Padang Bambang Ramelan mengucap syukur dengan tekuaknya kasus yang tergolong penistaan pada salah satu agama tersebut. Menurutnya, VCD tersebut belum tersebar luas di Kota Padang. Namun, ia berharap, kerja sama semua lapisan masyarakat untuk mengungkap kasus ini. ”Jika ada warga yang mendapatkannya dengan tidak disengaja, kita harapkan segera melapor ke Poltabes,” ujar Bambang.
Selain itu, lanjut Bambang, dalam pengakuan ‘ROT’ sejak malam hingga pagi kemarin, ternyata pelaku memiliki BB sebanyak 30 keping CD yang sudah disebar di Mentawai. Untuk Kota Padang, ‘ROT’ baru menyebarkannya dengan modus disusupkan ke dalam pakaian atau saku baju di Ramayana Plaza sebanyak 15 keping. Untuk sementara BB, 15 keping tersebut sudah disita.
Ketika ditanya, apakah pelaku memiliki jaringan di Padang atau di Sumbar untuk menyebarkan VCD itu, Bambang belum berani berkomentar. Tapi, kemungkinan itu masih terbuka.
Saat wartawan mencoba mewawancarai ‘ROT’ di ruang penjagaan Reskrim, wanita berkulit hitam manis itu tidak mau berkomentar. Dengan pandangan mata tajam, ‘ROT’ berpaling dan mencoba mencari akal, agar tidak direkam wartawan yang sudah menunggu sedari pagi. “Pelaku terancam Pasal 156 KUHP dengan hukuman penjara 5 tahun,” tutur Bambang.
Kapolda Sumbar Brigjend Pol Drs Ino Suripno berharap warga jangan sampai terprovokasi dengan hal tersebut. “Kami harap, warga di Sumbar tetap waspada dan tidak perlu terprovokasi oleh upaya-upaya yang menyesatkan tadi. Apalagi sampai melakukan tindakan yang anarkis,” himbau jenderal berbintang satu ini.
Didesak lebih lanjut, apakah hal ini bagian dari upaya yang tersistematis dan terorganisir untuk ‘mengacau’ ketentraman warga Sumbar, secara diplomatis Ino mengelak. “Tunggu dulu… kami pelajari dulu. Saya juga masih menunggu laporan dari Kapoltabes sekaitan dengan peristiwa itu,” ujar Kapolda. (dikutip dari Koran POSMETRO Padang edisi Rabu [27 Mei 2008])

6 thoughts on “Jaringan Habib Ali Makrus Atamimi Diamankan di Padang

  1. berkacalah dahulu: VCD Irena Handono itu apa tidak melecehkan agama Nasrani ?
    Jelas2 itu VCD SARA kok malah beredar bebas dimana2.
    Mbok ya ngaca dulu..!!!

    • Yang ngaca Situ mas, lihat dulu bicaranya irene.
      yang jelas. attamimi itu bukan golongan sayid atau keturunannya Nabi Muhammad, kalo ga percaya silahkan bertanya kepada habib-habib di daerah anda. dari situ aja jelas udah ngibul. saya yakin nama aslinya dia bukan attamimi, dia nyatut nama farm attamimi. kacian deh……

  2. Saya setuju ditangkap….
    Sekalian yang membawa VCD Irene subandono, VCD FPI dan semua yang berbau sara.
    Bahkan saya pernah melihat VCD seorang ulama dari Afrika yang dijual di toko buku2. Itu juga harus ditangkap….
    Jikalau tidak. ………………..
    Dimana letak keadilan di negri ini?
    Ah, semuanya ternyata hanya dimulut saja…

  3. saya setuju banget kalau habib seperti itu di tangkap…
    tidak pantas seorang habib mengeluarkan firman ALLAH di dalam gereja…
    kalau perlu tembak mati aja habib gila tu…
    engga dia hidup di dunia…

  4. irene subando dengan ali markus beda. IRENE menyebarkan kejelekan nasrani di depan muslim sebagai muslim.

    Ali Markus menfitnah islam dengan memalsukan nama dan bahkan mengaku-ngaku habib. Tapi kalau dia berposisi sebagai markus dengan pakaian pendeta di hadapan orang nasrani baru FAIR.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s