Icuk Sugiarto: “Uang Saja Tidak Cukup”

Mantan pemain nasional Icuk Sugiarto menyayangkan sistem pembinaan di Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) yang terkesan terpusat di Pulau Jawa. “Mestinya PBSI lebih aktif memantau perkembangan bulutangkis hingga ke daerah untuk menyerap bibit lokal yang potensial,” aku Icuk Sugiarto pada POSMETRO, kemarin usai melakukan pertandingan amal dalam acara pembukaan Fauzi Cup 2008 di Titian Sport Hall, Puri Filano.
Diakui Icuk, buruknya prestasi bulutangkis nasional tidak terlepas dari sistem pembinaan yang tidak menyeluruh. Lemahnya agenda iven bulutangkis di daerah, menurut Icuk, membuat pembinaan olah raga tersebut tidak berjalan sebagaimana mestinya. “Pemain-pemain daerah terhenti di tingkat even lokal sehingga bulutangkis tidak berkembang secara menyeluruh,” akunya.
Selain minimnya even-even lokal yang terpantau PBSI Pusat, Icuk juga menyayangkan, komitmen pengurus PBSI terhadap olahraga tepok bulu tersebut. Ia menilai, figur pengurus PBSI mesti mampu memahami bulutangkis secara keseluruhan sehingga mempunyai program yang jelas mengenai perkembangan bulutangkis nasional ke depan. “Dibutuhkan pengurus yang punya komitmen dan memahami olahraga, uang saja tidak cukup untuk mendongkrak prestasi atlet pada even-even internasional,” jelas Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Besar Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PBSI) itu. Dibandingkan era 80-an, menurut Icuk, pebulutangkis nasional saat ini tidak memperlihatkan motivasi yang besar saat membela negara. Menanggapi hasil buruk tim Thomas dan Uber Indonesia beberapa waktu lalu, Icuk menyarankan, agar pengurus PBSI dapat mengkaji kembali motivasi para pemain dan melakukan pembinaan yang berkelanjutan. “Bagaimanapun juga, bicara prestasi bulu tangkis nasional tidak bisa lepas dari seluruh atlet yang ada, tidak hanya di Jakarta,” ungkapnya.
Secara teknik, akunya, pemain Indonesia tidak kalah dari negara-negara lain. Hanya saja, perkembangan bulutangkis nasional terkesan stagnasi sedangkan negara lain berkembang cukup pesat. Paling tidak, aku Icuk, kegagalan pebulutangkis Indonesia dapat menjadi pelajaran bahwa pembinaan atlet perlu mendapat perhatian pengurus ke depan. “Sekali lagi, uang saja tidak cukup untuk menggenjot prestasi, butuh komitmen pengurus dan motivasi pemain untuk berbuat yang terbaik,” tegas Icuk mantan juara dunia tunggal putera tahun 1983. (eri)

3 thoughts on “Icuk Sugiarto: “Uang Saja Tidak Cukup”

  1. Sebagai sosok yang tidak asing dalam dunia bulutangkis Indonesia, aktif dalam berbagai organisasi olah raga, Icuk Sugiarto dianggap layak untuk memimpin PBSI. Keinginan masyarakat olah raga khususnya bulutangkis semakin kuat akan adanya figur ketua PBSI yang benar-benar mengerti luar dalam tentang bulutangkis, mengayomi, dekat dan peduli akan kesejahteraan atlit dan mempunyai komitmen yang kuat untuk perbaikan program pembinaan bulutangkis.

    Munas PBSI sudah menjelang, tinggal menghitung hari: 14 – 16 November 2008. Icuk Sugiarto membutuhkan dukungan masyarakat untuk terpilih sebagai Ketua Umum PBSI periode 2008 – 2012.

    Nyatakan dukungan anda di sini: http://www.icuk-badminton.com

    Terima kasih,

    Fans berat Icuk Sugiarto

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s