Zambri Bernyanyi: “Anak Buah Saya Yang Berbuat”

“Sekarang saja kemari, biar kita bisa membahas tentang tapal batas Sumbar dengan beberapa provinsi tetangga. Kalau besok saya tidak ada di kantor,” ungkap Kepala Biro Pemerintahan Sumbar Drs Zambri saat dihubungi POSMETRO Senin kemarin—dua hari lalu.

Ungkapan tersebut merupakan percakapan telepon sebelum Kepala Biro Pemerintahan Sumbar itu menjalani pemeriksaan sehari penuh di Kejaksaan Tinggi Sumbar, Selasa (17/6). Rencana mengunjungi Kepala Biro Pemerintahan Sumbar tersebut urung dilakukan karena ia telah berucap: “Kalau besok saya tidak ada di kantor.”

Apa yang diutarakan mantan pejabat Bupati Pasaman Barat tersebut ternyata benar. Ia terlihat letih saat diperiksa tim penyidik Kejaksaan Tinggi Sumbar Teuku Muzahar, SH, Johandris, SH, dan Isward, SH. Sejak jam 10.00 Wib kemarin, ia menghadiri undangan kejaksaan sebagai saksi dalam kasus suap tahun 2004 untuk mencairkan dana bantuan bencana alam bagi Kab. Pasbar.

Tanpa disadarinya, status saksinya pun beralih menjadi tersangka. Puncaknya, Zambri pun digiring ke mobil tahan jenis Kijang Minibus yang telah diparkir di depan lobi gedung Kejati Sumbar sekitar pukul 19.15 Wib dan dibawa ke Lembaga Pemasyarakatan Muaro.

Didamping pengacaranya Risman Siranggih, SH, Zambri terlihat tegar melangkah ke mobil tahanan. Ia terlihat melambaikan tangan pada kuli disket yang setia menemani jalannya pemeriksaan. Sebelum sampai ke dalam mobil tahanan, Zambri tetap membantan keterlibatannya. “Saya tidak bersalah. Masalahnya saya tidak tahu, saya tidak pernah terlibat calo anggaran,” ujarnya meyakinkan.

Ia mengaku tidak memiliki feeling untuk ditahan sehubungan kasus tersebut. Merasa dirinya tidak bersalah, Zambri pun bernyanyi pada wartawan. Menurutnya, anak buahnya yang bermain dalam persoalan calo anggaran untuk mencairkan dana bantuan bencana alam tahun 2004 ke Kab. Pasbar. Usulan proyek yang diajukan Pemkab Pasbar atas nama dana bantuan bencana alam tersebut, hingga kemarin tak kunjung cair.

Tak tahan menanggung sendiri dan gencarnya pertanyaan wartawan, Zambri pun akhirnya buka mulut: “Rupanya anak buah kita ada yang berbuat. Namanya Mirwan,” akunya. Namun selaku pejabat yang bertanggungjawab, Zambri tidak ingin menghindar dari tanggung jawab.

“Selaku bekas pimpinan, kita pertanggungjawabkan. Salah benarnya kita lihat di pengadilan nanti,” ungkapnya pasti. Ia bersikukuh dirinya tidak terlibat dalam kasus calo anggaran yang disebut-sebut juga melibatkan oknum anggota DPR-RI. Kasus tersebut mencuat ke permukaan saat pihak ketiga menyetorkan uang Rp 150 juta pada untuk mencairkan anggaran bantuan bencana alam pusat bagi Kab. Pasbar. Karena uang yang dijanjikan tersebut–bantuan bencana alam–hingga saat ini tak kunjung cair, rekanan yang merasa dirugikan melaporkan kejadian tersebut ke kejaksaan. (erinaldi)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s