Nonton Bareng Euro Ala Pingggiran

Ada-ada saja cara bola mania untuk menyaksikan pertandingan sepak bola teranyar
di Benua Biru yang berlangsung larut malam. Begitu semarakanya helatan Euro 2008,
para penggila olah raga bola sepak di Tanah Air mencari cara terbaik untuk
menyaksikan seluruh pertandingan mulai penyisihan grup hingga laga final nanti.

Di kawasan pinggiran Kota Padang, sekelompok pencinta bola menggelar permainan
Koa yang tergolong sedikit langka di zaman serba digital saat ini. Selain permainannya
yang sedikit sulit, jumlah kartunya juga lumayan banyak. Kalau dihitung-hitung,
jumlah kartu berwarna kuning yang dikacau-kacau di atas selembar koran, mencapai
ratusan. Motif gambarnya pun tidak terlalu berbeda, bikin pusing kepala kalau
diamati. “Cubolah baraja dulu, kalau dapek candu namuah bagadang mainnyo ma,”
aku Zul, pemuda di Komplek Perumahan Belimbing, Kec. Kuranji, Kota Padang–sekitar 15 Km dari pusat kota.
Main Koa bisa membuat mereka tertawa sambil memukul-mukul lantai dan terkadang
bilang: “Coki!” diikuti jentikan kecil di kertas. Uniknya, setiap pemain yang mengambil
kartu Koa, wajib melihatkan kartu tersebut pada pemain yang lagi coki. “Main Koa tu
sopan, jadi kalau awak coki, sadoalah yang main wajib mancaliakan kartu yang
sadang dicabuik,” aku Man.
Mereka mengaku, permainan tersebut hanya sekedar ‘galak-galak’ sambil menunggu
tayangan langsung euro 2008. Begitu pertandingan dimulai mereka pun berhenti
dengan sendirinya. Terkadang juga bikin heboh bagi yang lagi coki–tinggal satu kartu
lagi untuk menang.
“Oi aden coki, subanta lain nonton, sampaian ciek ko dulu,” aku Da Is. Seperti tak
peduli, Zul tetap saja beranjak ke depan televisi: “Awak gantuang ma Da Is, bisuak
malam se dilanjuik an, euro bisuak masih ado mah,” ungkap Zul tak mau kalah diikuti
yang lainnya.
Kalau melanjutkan permaianan sendiri, tentunya tidak ada gunannya. Karena
penasaran, Da Is tetap ‘mancabuik’ tumpukan kartu Koa yang ada di tengah. Sekitar
10 kali mengambil kartu, akhirnya kartu yang ditunggu-tunggu pun ke luar. “Nyampai
den a!” ungkapnya sedikit bersorak.
Tapi, rekan-rekan Da Is yang lain–Zul, Andi, Il–terlihat acuh-tak acuh dengan
komentar Da Is. Di televisi, sederatan pemain Rusia Vs Swedia baru saja memasuki
lapangan yang kemudian diikuti dengan lagu kebangsaan kedua negara. Sederetan
nama pemain dari kedua negara muncul pada line up pemain di televisi. Layaknya
pengamat sepak bola profesional, mereka sibuk berceloteh mengomentari negara
mana yang bakal menang. Dukungan Swedia sedikit berlebih dibanding Rusia.
Hanya Da Is yang malam itu menjagokan Rusia. Maklumlah, Da Is memang suka
aneh-aneh karena terbilang baru mengenal bola. Ia tidak terlalu hafal dengan pemain
top dunia. “Yang pasti arah anginnyo ka Rusia,” ungkap Da Is pasti. Sambil
beringsut-ingsut, Da Is pun beranjak dari meja Koa mengarah ke depan televisi.
Permainan Koa pun usai seiring dimulainya tayangan Euro di televisi.
Mereka pun larut menonton aksi pemain kedua negara yang beraksi di lapangan hijau.
Nampaknya tayangan langsung euro 2008 lebih menyedot perhatian ketimbang
permainan Koa yang memusingkan kepala. Entah apa enaknya bermain Koa, namun
mereka sanggup begadang dan menghalang kantuk jelang nonton bareng euro 2008.
Tak lama berselang, mereka mulai terdiam dan menyimak jalannya pertandingan
Rusia Vs Swedia. Sesekali suara pekikan tertahan keluar dari mulut mereka. “Jan
kareh-kareh bana, bini uda lalok,” aku Da Is mengingatkan peserta nonton bareng
malam itu.
Anehnya, suara Da Is justru paling keras. Dari dalam kamar, suara kaki yang
memukul-mukul kasur pun terdengar. “Lai ndak baa ko Da Is, lai ndak berang uni
ribuik-ribuik mode ko?” ungkap Zul. “Cuek se lah, Da Is tanggung jawab, uni tuh bisa
diatur se beko tu nyo,” ungkap Da Is meyakinkan. Kalah di
Ternyata prediksi Da Is terbyukti. Kalah di meja Koa di balas Da Is dengan
kemenangan Rusia 2-0 atas Swedia. “Dalam main bola tuh yang penting arah angin,”
akunya yakin. Entah apa maksud Da Is dengan arah angin. Yang jelas, malam itu ia
bisa tertawa lebar atas kemenangan Rusia. (erinaldi)

One thought on “Nonton Bareng Euro Ala Pingggiran

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s