PLN ‘Tak Maksimal

‘Tak maksimalnya kinerja pembangkit listrik di Sumbar dijadikan alasan buruknya pelayanan yang harus diterima pelanggan Perusahaan Listrik Negara di Sumbar. Ironisnya, kondisi tersebut justru dialami daerah yang tercatat sebagai pemasok listrik interkoneksi ke beberapa provinsi di Sumatera.
Buruknya debit air Danau Singkarak memaksa pihak PLN hanya mengaktifkan satu mesin pembagkit untuk menghasilkan daya 43,75 MW di siang hari jika mampu bekerja maksimal. Namun kondisi elevasi permukaan danau yang berada diambang batas, satu turbin yang aktif di siang hari tidak mampu bekerja maksimal sehingga hanya menghasilkan daya tidak lebih dari separohnya. Menurut informasi, saat beban puncak–di malam hari–PLN mengaktifkan empat mesin turbinnya dan menghasilkan hanya 60 MW.
“Kalau dipaksakan kita takut akan terjadi kekeringan,” aku Humas PLN Asril Kalis, Senin (7/7). Kondisi tersebut diperparah dengan terganggunya dua mesin di PLTU Sijantang. Menurut Asril, mesin 1 mengalami perbaikan dan belum bisa dimanfaatkan. Sedangkan kondisi unit dua dalam pengecekan. Diperrkirakan terjadi kerusakan pada sistem generator sehingga perlu perbaikan lebih lanjut.
Pihak PLN mengaku, jika penyesuaian alat control baru pada mesin berjalan normal, dalam waktu dekat unit tersebut bisa bekerja maksimal.”Kita tidak ingin menjanjikan terlalu jauh, mudah-mudahan unit 1 PLTU Sijantang bisa bekerja normal untuk menghasilkan tenaga listrik,” aku Asril K. Kapasitas terpasang PLTU Sijantang, dalam keadaan normal menghasilkan 100 MW dari dua mesin yang beroperasi. Namun karena buruknya kondisi, pihak PLN mengaku PLTU Sijantang hanya mampu menghasilkan 80 MW dari dua unit mesin yang ada.
Secara keseluruhan devisit energi yang dialami Sumbar mencapai 10,2 MW di siang hari dan 40,2 MW saat beban puncak di malam hari. Kondisi serupa juga dialami beberapa provinsi tetangga seperti Riau dan Jambi.
Sebenarnya hal tersebut bisa dibantu dari sistem interkoneksi dari Sumatera bagian selatan. Namun hal tersebut terkendala kondisi tegangan. Jika dipaksakan, PLN mencemaskan akan terjadi trip (black out) yang akan merusak sistem interkoneksi. “Kalau dipaksakan di atas 200 MW kita takut akan mengganggu sistem interkoneksi secara keseluruhan,” ujar Asril.
Akibat penyusutan air permukaan itu di beberapa PLTA diperkirakan defisit daya terjadi tidak hanya di Sumbar. Di Riau, terjadi defisit 134,97 MW siang dan 170 MW malam hari. Sedangkan di Jambi defisit daya 24,61 MW siang dan 12,39 MW malam. Namun, menurut informasi, di Riau pemadaman hanya terjadi satu kali dalam 24 jam. Hal tersebut tentunya berbanding terbalik dengan kondisi pasokan listrik di Sumbar yang mengalami pemadaman bergilir 3 kali dalam 24 jam. “Di Riau memang satu kali tapi waktu pemadamannya lebih lama,” aku Asril.
Secara terpisah, General Manajer PT PLN Wilayah Sumbar Hudiono, pernah menggambarkan, kondisi pemadaman bergilir akan berlangsung hingga 29 September mendatang. Secara tekhnik, kondisi PLTA Singkarak akan memasuki perawatan sehingga keempat turbin akan berhenti beroperasi. PLTA Singkarak yang berkapasitas 4×43 akan mengalami Major Overhaul (MO) dan perbaikan Turbin Inlet Valve (TIV) PLTA Singkarak unit 2, 1, dan 3. Perbaikan tersebut direncakan dikerjakan secara berurutan selama Juli, Agustus dan September.
Belum membaiknya kondisi PLTU Sijantang, tentunya pemadaman bergilir akan terus menghiasi daerah Sumbar serta beberapa pembangkit lain, ancaman krisis energi akan menghantui Sumbar. Selain PLTA Singkarak, PLTA Maninjau dan Batang Agam, tidak mampu bekerja maksimal karena elevasi air permukaan dalam kondisi yang mengkhawatirkan. Sedangkan pengoperasian PLTG terkendala masalah bahan bakar minyak. “Minyaknya seember untuk mengoperasikannnya,” jelas Asril. (eri)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s