Nikmati Keindahan Alam Sumbar dari Jendela Kereta

P1150491Keindahan alam Sumatera Barat akan tersaji di depan mata saat melakukan perjalanan dengan kereta api. Di mulai dari Stasiun Simpang Haru, Padang, loko diesel yang bergemuruh mulai merangkak pasti melewati perkampungan padat penduduk.

 

Seperti tanpa rintangan, kereta mulai membelah jalan raya dan melintasi sungai-sungai kecil di kawasan pusat kota hingga pinggiran kota. Puas melewati jalan beraspal, perjalanan kereta pun mulai membelah kawasan hutan dan tepian bukit barisan. Lembabnya udara pegunungan kian terasa saat perjalanan dengan kereta memasuki  kawasan luar kota. Di beberapa stasiun penghubung, laju kereta pun terhenti.
Memasuki kawasan Lembah Anai, loko diesel yang menarik kereta mulai pindah kebagian belakang dan berfungsi untuk mendorong rangkaian kereta. Hal itu untuk melewati jalur kereta bergigi yang menghiasi kawasan Lembah Anai. Keindahan Gunung Merapi tersaji di depan mata menjulang kokoh sebagai pasak bumi.
Semakin dekat ke kawasan Lembah Anai, suhu udara pun terasa semakin dingin. Tak lama berselang, kereta pun melewati Air Terjun (Aie Mancua) yang berada di kawasan lembah tersebut. Bahkan, laju kereta terlihat seperti berjalan di pucuk pepohonan yang memberikan kesan takjub bagi yang melewatinya. Sebuah jembatan setinggi 50 meter yang membelah jalan jalur dua menjelang tanjakan Silayiang menjadi pemandangan indah dan pengalaman menarik.
Jembatan melengkung yang menghubungkan dua bukit di kawasan hutan lindung itu terlihat kokoh menghubung dua puncak bukit yang berhadap-hadapan. Jembatan sepanjang ratusan meter itu menghantarkan rangkaian kereta untuk memasuki kawasan hutan yang kaya dengan keanekaan flora dan fauna. Sesekali, sejumlah spesies burung terlihat tersibak saat kereta api melintas.
Ratusan hektare sawah di kaki-kaki bukit seperti menjadi pemandangan P1120386mengagumkan yang sayang untuk dilewati. Laju kereta yang hanya sekitar 20 km per jam hingga 60 km per jam, menjadikan perjalanan dari Padang menuju Sawahlunto melewati Padang panjang dan menyisiri Danau Singkarak di tempuh sekitar tujuh jam. Cukup melelahkan, namun memberikan pengetahuan tentang indahnya alam Minangkabau.
Sapaan ramah masyarakat menjadi penghilang kepenatan tatkala kereta wisata melewati perkampungan penduduk dan menyisiri sawah-sawah nan hijau. Sebuah paket perjalanan wisata yang pantas untuk dijual ke mancanegara maupun turis domestik. Sungai nan jernih di kawasan hutan serta gemercik air terasa menyejukkan pandangan setelah penat menjalankan rutinitas sehari-hari. Sekitar satu jam menjajal kawasan berbukit Lembah Anai, kereta yang melaju lamban—sekitar 20 km per jam—mulai melintasi kawasan Minang Fantasi, Padang Panjang.
Objek wisata yang menjadi andalan Pemerintah Padang Panjang tersebut bisa dinikmati saat pembangunan stop shelter kereta api di kawasan wisata tersebut rampung dikerjakan. Menurut rencana pemerintah setempat, pemberhentian kereta api akan dibangun tak jauh dari komplek Mifan. Direncanakan, stop shelter dibangun sekitar 100 meter dari lokasi objek wisata Mifan.
Beberapa saat setelah melewati kawasan tersebut, kereta pun mulai P1150516memasuki kawasan Stasiun Padang Panjang. Kondisi loko pun kembaliu berubah menarik gerbong seperti dalam kondisi jalur datar. Setelah pergantian selesai, perjalanan pun  dilanjutkan menuju Solok. Dua gunung berapi di Sumbar—Gunung Merapi dan Singgalan—terlihat kokoh mengapit daerah Padang Panjang. Hawa dingin pun terasa kian menyergap ke pori-pori layaknya seperti kawasan puncak.
Dari stasiun Padang Panjang,  kereta pun kembali melaju menyusuri daerah perbukitan dan menuju tepian Danau Singkarak. Keindahan danau vulkanik tersebut menjadi sajian utama saat kereta melaju dengan kecepatan sedang—sekitar 50 km per jam. Kereta pun terlihat melintasi tepian danau saat sebuah jembatan kereta menhubungkan tepian danau yang terlihat seperti menjorok ke tengah danau.
Riak air danau serta sejumlah rumah-rumah masyarakat menampilkan pemandangan nan menyegarka mata. Sekitar 30 menit melintasi danau terbesar di Sumbar itu—terbesar kedua di Sumatera  setelah Danau Toba, Sumut—laju kereta kembali menyusup di anatara kerumunan padi nan menguning. Lambaian nyiur pun tak henti-hentinya menghiasi perjalanan yang menempuh ratusan kilo meter tersebut.
Setelah agak menjauh dari kawasan danau, cuaca panas terasa menyengat. Kereta pun mulai merambah kawasan perbukitan dan  sawah dan mulai P1150506menyusuri perumahan penduduk hingga berhenti di Stasiun Solok. Dari Solok, perjalanan kembali dilanjutkan menyusuri te pian bukit-bukit pinus di kawasan Solok menunju Sawahlunto. Kehangatan Kota Arang semakin terasa ketika kereta mulai mema suki terowongan yang panjangnya mencapai pulu han meter.
Untuk menghilangkan kepe natan setelah menempuh perjalanan sekitar 7 jam, Museum Kereta Api menjadi pilihan selanjutnya. Hanya dengan membayar sebesar Rp500, Anda bisa menikmati kembali sejarah perkeretaapian di Sumbar.
Layaknya kota peninggalan Belanda, beragam bangunan tua bisa dijumpai di sekitar Pasar Remaja. Cukup dengan hanya berjalan kaki dari areal stasiun, Anda bisa menikmati sisa-sisa kejayaan eropa di Sawahlunto. (erinaldi)

14 thoughts on “Nikmati Keindahan Alam Sumbar dari Jendela Kereta

  1. melihat gambar2 tersebut ingain rasaya saya pulang kampung untuk menikmati keindahan alam sumatra barat yang uda lama saya tinggalkan bravo sumbar maju terus pariwisata sumbar

  2. duuuhhh….pengen pulang kampung jd nya ke sumbar “Padang Panjang”, pengen naik kreta api nya.. kyk nya seru jg tuh…
    maju terus SUMBAR ku… miss u always…..!!!

  3. sumbar memang tiada duanya…..
    keindahannya takkan lekang di makan zaman…dan takkan pernah bosan tuk kembali ke sana…
    saya aja tiap 3 bulan sekali pasti jalan2 ke sana….
    sumbar maju terus dan jaga kelestarian mu……

    • @doni:sumbar emang anugrah tuhan bgt..kerja keras pasti buat ngajaganya.
      @abel:hehehehe..
      @yul: thnks
      @ghali: emailnya mana??

  4. ahahhaaha……

    dari padang panjang ke sawah lunto, memeng seru dan menyenangkan.

    sayang,setiap mata memandang ke setiap pintu perlintasan,,,,,,
    pintu perlintasan ga ada yang aktif
    ehehehhehee
    ga siap ne PT KA SUMBAR dan PEMDA

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s